”Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga saya, baik suami maupun anak-anak saya,” ujar istri Kepala Dinas DPPKBPPPA Jombang dr Pudji Umbaran ini.
Menurutnya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberikan dukungan maupun perhatian kepada keluarga. Salah satunya, rutin mendoakan yang terbaik untuk keluarga setiap selesai menunaikan ibadah salat. ”Setiap usai salat, saya selalu mendoakan baik suami dan anak-anak saya,” tambah perempuan kelahiran Surabaya, 17 Agutus 1970 ini.
Selain itu, bentuk dukungan dan perhatian seperti saling mengerti, menyiapkan makanan kesukaan untuk anggota keluarga hingga menyisihkan waktu untuk keluarga juga dilakukan sebagai bentuk kasih sayang. ”Misalnya untuk suami adalah saling memahami. Sebagai contoh ketika suami ada masalah, kita bisa saling membantu untuk memberi saran dan lain-lain. Begitu juga anak, kita berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan anak dengan baik,” jelas anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Salim dan Miratin ini.
Selain memberikan prioritas waktunya kepada keluarga, Agustin tetap bisa membagi waktu untuk bisa aktif dan produktif mengikuti kegiatan di sejumlah organisasi. Ada beberapa organisasi yang ia ikuti. Di antaranya DWP DPPKB PPPA, DWP Kabupaten Jombang, Yayasan Dharma Wanita Jombang, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), TP PKK Kabupaten Jombang. ”Selain itu, saya juga aktif di beberapa kegiatan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggal,” terang alumnus Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya 1992 ini.
Meski aktif di berbagai organisasi, ia tetap bisa membagi waktu bersama keluarga dengan baik. Sejak pagi, ibu empat anak ini tetap bisa mengantarkan anak bungsunya ke sekolah. ”Membagi waktu bersama keluarga tetap bisa, dan tidak ada kendala. Pagi juga masih mangantar anak saya,” papar dia.
Agustin menikah dengan dr Pudji Umbaran usai lulus kuliah sarjana pada 1993. Ia kemudian pindah ke Jombang pada 1996 karena menyesuaikan tugas suaminya, dr Pudji sebagai ASN di Pemkab Jombang. ”Ya waktu itu anak pertama saya masih usia 6 tahun,” pungkas Agustin.
Rutin Olahraga, Jaga Pola Makan
MESKI usianya sudah tak lagi muda seperti dulu, Tri Agustin Wahyu Ningrum tetap semangat dan energik menjalani aktivitasnya sehari-hari. Ia rutin berolahraga dengan jalan santai atau bersepeda bersama suaminya.
”Kalau saya lebih suka jalan santai, tapi suami lebih suka bersepeda,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurutnya, olahraga adalah bentuk investasi untuk menjaga kesehatan. Tentunya harus diimbangi dengan menjaga pola makan. ”Saya mendapat motivasi agar terus bisa sehat dari pak Pudji. Beliau itu suka makan ini-itu, namun kuncinya harus imbang dan tidak berlebihan. Makan durian boleh, tapi jangan banyak-banyak. Karena apa pun yang berlebihan tidak baik,’’ papar dia.
Untuk merawat keharmonisan keluarga, ia sering menyempatkan waktu bersama anggota keluarga pergi refreshing.”Kalau dulu hobinya kita travelling, namun karena anak-anak sudah besar jadi kita jaraknya dekat-dekat,’’ tandasnya.
Tri Agustin dikaruniai empat anak. Masing-masing dr M. Afan Amirul Arif, M Hamzah Farid Azhar, Nadifa Alya, dan M. Ghariy Haikal Aqsa. Dalam mendidik anak-anaknya, ia tidak pernah memaksakan anaknya untuk mengikuti jejak orang tuanya. Namun, lebih memberikan mereka ruang agar memilih jalan hidupnya sesuai karakter masing-masing. ”Harapan kami sebagai orang tua, memang agar anak bisa meneruskan jejak orang tuanya. Namun, setiap anak kan memiliki karakter tersendiri,’’ papar dia.
Meski begitu, anak pertamanya, yakni dr M. Afan Amirul Arif mengikuti jejak ayahnya. Sekarang ia bertugas di Puskesmas Brambang Diwek. Begitu juga anak ketiganya Nadifa Alya kini menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UPN Veteran Surabaya. ”Alhamdulillah itu adalah pilihan mereka, namun yang penting apa yang dipilih dia harus konsisten,’’ punngkas Agustin. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW