Radarjombang.id - Bagi pecinta kuliner tradisional Jawa Timur, nama Nasi Kikil Ibu Tandur di Jombang tentu sudah tak asing lagi.
Warung makan sederhana yang terletak di Jl KH Hasyim Asyari Jombang ini setiap hari dipenuhi pengunjung, baik warga lokal maupun pengunjung dari luar kota.
Warung ini eksis sejak tahun 1947, didirikan oleh Bu Tandur, dan kini dikelola oleh anak-cucu dari ibu tandur sendiri.
Sajian kuliner berbahan dasar kikil sapi ini dijual di daerah Desa Mojosongo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Nasi kikil yang disajikan Ibu Tandur bukanlah nasi kikil biasa.
Potongan kikil yang empuk dan kenyal disiram kuah santan khas dengan bumbu rempah-rempah yang menggoda dijamin membuat lidah bergoyang.
Ditambah, harumnya aroma daun jeruk, lengkuas, dan sedikit rasa pedas dari cabai rawit membuat siapa pun tergoda untuk segera menyantapnya.
“Resep ini saya warisi dari nenek saya dulu. Sudah puluhan tahun saya jualan,” ujar Erna, anak Bu Tandur sambil melayani pembeli.
Dengan senyum ramah, ia menyebut bahwa kunci kelezatan masakannya ada pada kesabaran dalam merebus kikil hingga benar-benar empuk, serta pemilihan bumbu yang selalu segar setiap hari.
Dalam satu porsi, pengunjung akan disajikan nasi hangat dan lodeh kikil sapi yang dibungkus daun pisang, memunculkan aroma khas yang menggoda sejak suapan pertama.
Kikilnya begitu empuk, dengan bumbu yang meresap sempurna, menghadirkan cita rasa autentik yang sulit dilupakan.
Tak hanya itu, tersedia pula beragam lauk pendamping seperti olahan ikan segar yang semakin melengkapi kelezatan sajian.
Dengan harga Rp30.000 per porsi, pembeli juga bisa menambahkan aneka lauk pilihan seperti paru, hati, babat, lidah, hingga limpa dan masih banyak lagi yang masing-masing dibanderol sekitar Rp10.000.
Cita rasanya yang khas dan porsi yang memuaskan, serta kualitas masakan yang terjaga menjadikan kuliner legendaris khas Jombang ini benar-benar layak dinikmati dijamin sepadan dan tak akan mengecewakan
Cita rasa nasi kikil ini benar-benar otentik. Ditambah dengan nasi hangat, sambal tomat segar, dan kerupuk udang, satu porsi nasi kikil di sini sukses memanjakan lidah.
Harganya pun sangat terjangkau, membuat warung ini menjadi favorit semua kalangan mulai dari pekerja hingga pejabat daerah.
Tidak sedikit pelanggan yang datang dari luar kota hanya untuk menikmati nasi kikil Ibu Tandur. Salah satunya, natiq 21, warga Demak (Jateng), mengaku selalu menyempatkan mampir saat melewati Jombang.
“Rasanya khas banget, beda sama nasi kikil yang lain. Bumbunya meresap dan nggak bikin enek,” tuturnya.
Warung Nasi Kikil Bu Tandur, buka setiap hari dari sore hingga malam mulai pukul 15.00-23.00 WIB.
Warung Nasi Kikil Ibu Tandur menjadi salah satu ikon kuliner yang patut dijaga keberadaannya.
Di tengah maraknya makanan modern, kehadiran makanan tradisional seperti ini menjadi pengingat akan kekayaan kuliner Nusantara, Jika Anda berkunjung ke Jombang, jangan lupa untuk mencicipi Nasi Kikil Ibu Tandur sepiring sederhana yang menyimpan rasa, kenangan, dan tradisi.
Penulis: Ramadhani Pradana Putra
Editor: Anggi Fridianto
Editor : Anggi Fridianto