Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terancam Perubahan Iklim, Negara Kecil Ini Diperkirakan Hilang Dari Peta Dunia Karena Ditelan Samudra

Achmad RW • Senin, 11 November 2024 | 01:18 WIB
Negara Tuvalu ini terancam tenggelam dan hilang dari peta dunia karena perubahan iklim
Negara Tuvalu ini terancam tenggelam dan hilang dari peta dunia karena perubahan iklim

RadarJombang.id - Perubahan iklim, berdampak besar pada sejumlah negara, khususnya negara kepulauan.

Bahkan, salah satu negara bernama Tuvalu, disebut akan tenggelam dan hilang dari peta dunia pada 2050 akibat ditelan samudra.

Tuvalu,  adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik, memiliki banyak hal menarik yang jarang diketahui orang.

Dengan luas daratan yang kecil dan populasi yang minim, Tuvalu menghadirkan tantangan unik dan permasalahan global yang penting, seperti perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut.

Inilah fakta, sejarah, sistem pemerintahan, dan ancaman yang dihadapi oleh negara Tuvalu.

Fakta Singkat tentang Tuvalu

- Luas Daratan: Tuvalu memiliki luas sekitar 26 km² (sekitar 10 mi²), menjadikannya salah satu negara terkecil di dunia dalam hal luas daratan.

- Jumlah Penduduk: Diperkirakan sekitar 9.646 jiwa pada tahun 2024. Dengan jumlah penduduk yang kecil, negara ini memiliki masyarakat yang erat dan saling mengenal.

- Ibu Kota: Fongafale di atol Funafuti, meskipun ibu kota de facto adalah desa Vaiaku.

- Bahasa Resmi: Bahasa Tuvalu dan Inggris digunakan secara resmi di negara ini.

- Ekonomi: Ekonomi Tuvalu bergantung pada penjualan kelapa, ikan, dan pendapatan dari pekerja migran yang mengirim uang kembali ke tanah air mereka.

 

Sejarah Singkat Tuvalu

Tuvalu sebelumnya dikenal sebagai Kepulauan Ellice dan merupakan bagian dari koloni Inggris.

Pada tahun 1978, Tuvalu memperoleh kemerdekaannya dari Britania Raya dan menjadi negara yang berdaulat.

Sejak itu, Tuvalu telah berusaha untuk mengembangkan identitas nasionalnya dan mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi sebagai negara kepulauan kecil.

Sistem Pemerintahan

Tuvalu adalah monarki konstitusional dengan demokrasi parlementer. Kepala negara Tuvalu adalah raja atau ratu Inggris, yang diwakili oleh Gubernur Jenderal di Tuvalu.

Kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri yang dipilih oleh parlemen. Sedangkan parlemen Tuvalu bernama parlemen unicameral yang terdiri dari 16 anggota yang dipilih setiap empat tahun.

Parlemen ini bertanggung jawab untuk membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Tuvalu terancam hilang dari peta dunia

Tuvalu sangat rentan terhadap perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, bahkan jika terus memburuk, negara ini bisa hilang dari peta dunia karena tenggelam.

Dengan ketinggian rata-rata kurang dari 10 kaki (3 meter) di atas permukaan laut, Tuvalu berada dalam risiko besar.

Bahkan, ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2050, lebih dari setengah ibu kota Funafuti akan terendam air pasang.

Selain itu, 95% daratan Tuvalu diperkirakan akan terendam oleh air pasang rutin pada tahun 2100 jika tidak ada tindakan yang diambil.

Kendati demikian, Tuvalu telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi ancaman ini, termasuk proyek untuk menciptakan tanah yang lebih tinggi di ibu kota dan pulau-pulau lainnya.

Pemerintah dan masyarakat internasional juga bekerja sama untuk mencari solusi yang berkelanjutan.

Meskipun memiliki luas daratan yang kecil dan populasi yang minim, Tuvalu menghadirkan masalah global yang penting seperti perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut.

Dengan sejarah yang kaya dan sistem pemerintahan yang demokratis, Tuvalu terus berusaha untuk melindungi tanah airnya dan masa depannya. (riz)

Editor : Achmad RW
#ditelan bumi #tuvalu #Negara #terancam #Samudra #hilang #peta dunia