RadarJombang.id - Julukan yang disematkan pada suatu kota atau wilayah mencerminkan sejarah maupun keunggulan yang dimiliki kota tersebut.
Selain itu juga bisa mengarah pada daya beda yang dimiliki. Kabupaten Jombang menyandang julukan Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren yang berdiri di wilayahnya.
Tahun 2020 tercatat sudah ada 220 pondok pesantren. Hal tersebut menjadikan jombang sering menjadi tujuan bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama.
Pondok pesantren bukan satu-satunya kebanggaan yang dimiliki sebab beberapa tokoh agama islam seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid, dan KH Bisri Syansuri bahkan dimakamkan di Kabupaten Jombang.
Alhasil, Jombang juga sering menjadi destinasi wisata religi. Masyarakat luar Kabupaten Jombang datang berbondong untuk berziarah.
Berikut ini rekomendasi wisata religi yang terkenal di Kabupaten Jombang dan wajib dikunjungi:
1. Kompleks Makam Tebuireng
Kompleks Makam Tebuireng disebut pula sebagai kompleks makam keluarga KH Hasyim Asy’ari.
KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai salah satu pemrakarsa dibentuknya Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus perintis Ponpes Tebuireng.
Beliau masih satu garis keturunan dengan Sunan Giri. Selanjutnya, tokoh terkenal yang juga dimakamkan di kompleks yaitu KH Wahid Hasyim yang pernah menjabat menjadi Menteri Agama pada era orde lama.
KH Wahid Hasyim juga ikut tergabung dalam tokoh penggerak BPUPKI dan PPKI.
Kompleks Makam Tebuireng semakin ramai semenjak Gusdur (KH Abdurrahman Wahid) selaku putra KH Wahid Hasyim juga disemayamkan di sana.
Gusdur dimakamkan di sebelah makam ayah dan kakeknya. Selain masyarakat lokal, Kompleks Tebuireng giat dikunjungi pemerhati pendidikan sekaligus pondok pesantren.
Rombongan wisata wali songo mulai memasukkan Kompleks Makam Tebuireng sebagai destinasi dan menyebut menyambangi Gusdur sebagai wali kesepuluh.
2. Makam KH Bisri Syansuri
KH Bisri Syansuri merupakan murid dari KH Hasyim Asy’ari. Selain salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) beliau merupakan pencetus dibukanya pesantren dan kelas bagi santri perempuan yang saat itu menjadi polemik.
KH Bisri Syansuri sangat mumpuni di bidang ilmu fikih murni. Tokoh politik Indonesia seperti Ganjar Pranowo dan Muhaimin Iskandar pernah berkunjung ke makam KH Bisri Syansuri dan menjadikannya sebagai panutan pemimpin yang tegas.
KH Bisri Syansuri disemayamkan di kompleks ponpes yang didirikannya, yakni Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar.
3. Makam KH Abdul Wahab Chasbullah
KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan orang ketiga yang menggagas NU selain KH Bisri Syansuri dan KH Hasyim Asy’ari.
Ketika masa perjuangan, KH Abdul Wahab Chasbullah menyerukan pentingnya kebebasan berpendapat pada kalangan pemuda sehingga dibentuklah Tashwirul Afkar di Surabaya sebagai forum diskusi.
KH Wahab Chasbullah diberikan gelar pahlawan nasional pada November 2014. Beliau juga pengarang syair Ya Lal Wathon yang saat ini kerap dinyanyikan kalangan nahdliyin.
Makam KH Abdul Wahab Chasbullah terletak di kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
4. Makam Sayyid Sulaiman
Sayyid Sulaiman merupakan pendiri Ponpes Sidogiri di Pasuruan. Terdapat kepercayaan yang menceritakan perjalanan Sayyid Sulaiman tentang perjalanannya menemui Raja Mataram Islam di Solo.
Tetapi perjalanannya harus berhenti sebelum sampai, Sayyid Sulaiman wafat di Desa Betek akibat sakit. Sayyid Sulaiman pun dimakamkan di Desa Betek, Mojoagung.
5. Makam Darul Ulum Rejoso
Pendiri Pesantren Darul Ulum yakni KH Tamim Irsyad dimakamkan di area ini. Pesantren Darul Ulum dikenal pula dengan sebutan Pondok Njoso sebab terletak di Desa Rejoso Kecamatan Peterongan.
Sebelum mendirikan Ponpes, KH Tamim Irsyad turut menyebarkan agama Islam dan mengajarkan pola perilaku sesuai syariat di kawasan Rejoso yang saat itu dikenal dengan daerah hitam.
Julukan tersebut diberikan sebab wilayah itu dulu ditinggali masyarakat yang suka berjudi, mabuk-mabukan dan melakukan kegiatan negatif lainnya.
Meskipun wisata di Kabupaten Jombang didominasi oleh wisata keislaman sejalan dengan julukan yang dimilikinya, tetapi Jombang juga tetap memiliki wisata religi lainnya.
Seperti Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Mojowarno yang disebut salah satu gereja tertua di Jawa Timur dan Klenteng Hong San Kiong di desa Gudo. (Rediva Novalisty)
Editor : Achmad RW