RadarJombang.id - Makam Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Makam Gus Dur di Jombang, bukan hanya tempat pemakaman.
Makam Gus Dur juga suatu destinasi wisata religi yang sarat dengan sejarah dan spiritualitas.
Berikut adalah beberapa hal unik yang dapat ditemukan di kawasan makam Gus Dur di Jombang:
1. Lokasi Strategis dan Sejarahnya
Makam Gus Dur terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tepatnya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Lokasi ini strategis karena berada di tepi jalan raya besar Jombang-Malang dan Jombang-Kediri, membuatnya mudah dijangkau oleh masyarakat.
2. Makam yang Sarat dengan Sejarah
Pada awalnya, kompleks makam ini hanya berisi makam dua pahlawan nasional, yaitu KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahid Hasyim.
Namun, setelah Gus Dur wafat pada 31 Desember 2009, makamnya juga dimakamkan di tempat yang sama. Hal ini menambah nilai sejarah dan spiritualitas kawasan ini.
3. Lorong Panjang dengan Penjual Suvenir
Saat memasuki area makam Gus Dur, peziarah akan disambut oleh lorong panjang yang di kanan kirinya terdapat puluhan penjual suvenir.
Dulunya lorong itu adalah kamar para santri, tetapi sekarang telah berubah menjadi lorong yang dilewati para peziarah untuk menuju makam Gus Dur.
Hal ini menambahkan nuansa budaya dan keagamaan yang kaya di kawasan ini.
4. Jadwal Kunjungan yang Teratur
Di makam Gus Dur, ada jadwal kunjungannya yang teratur. Pintu masuk ditutup sesaat sebelum magrib dan dibuka kembali setelah salat isya.
Menuju ke tempat makam, peziarah juga bisa leluasa duduk untuk berdoa.
Pintu makam akan ditutup kembali menjelang subuh dan dibuka setelah para siswa berangkat sekolah.
Maka sesi pertama dibuka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dan sesi kedua pukul 20.00 hingga pukul 03.00 WIB.
5. Prasasti dalam Empat Bahasa
Di makam Gus Dur terdapat sebuah prasasti dalam empat bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa China.
Prasasti ini berbunyi "Disini terbaring pejuang kemanusiaan (disini bersemayam seorang humanis)".
Hal ini menunjukkan bahwa makam Gus Dur bukan hanya tempat pemakaman, melainkan juga suatu destinasi wisata religi yang dihormati oleh masyarakat internasional.
Makam Gus Dur, merupakan salah satu destinasi wisata religi nasional bahkan internasional.
Kawasan ini tidak hanya sarat dengan sejarah dan spiritualitas, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan hidup tokoh Muslim dan mantan Presiden keempat Indonesia yang begitu ulung.
Makam ini terus dikunjungi ribuan peziarah setiap harinya, membuatnya menjadi tempat yang sangat berharga bagi masyarakat. (mg10/riz)
Editor : Achmad RW