Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

6 Wisata Bersejarah Peninggalan Kerajaan Kuno di Jombang Ini Cocok Dijadikan Objek Belajar Sejarah

Magang • Kamis, 8 Agustus 2024 | 01:19 WIB
Saluran air di Petirtaan Sumberbeji yang masih berfungsi.
Saluran air di Petirtaan Sumberbeji yang masih berfungsi.

RadarJombang.id - Selain terkenal dengan banyaknya wisata religi dan wisata alam,Kabupaten Jombang juga memiliki wisata bersejarah yang tak kalah menarik.

Wisata bersejarah ini pastinya akan menambah wawasan dan pengalaman akan perkembangan sejarah.

Berikut beberapa wisata bersejarah di Kabupaten Jombang yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Jombang.

1. Candi Arimbi

Tim BPK Wilayah XI Jawa Timur melakukan studi kelayakan pemugaran di Candi Arimbi Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Sabtu (28/10).
Tim BPK Wilayah XI Jawa Timur melakukan studi kelayakan pemugaran di Candi Arimbi Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Sabtu (28/10).

Candi Arimbi terletak di Dusun Ngrimbi, Desa Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Candi Arimbi merupakan bangunan kerajaan Majapahit yang terletak di Kabupaten Jombang.

Nama Arimbi sendiri diambil dari tokoh wayang yakni Dewi Arimbi yang merupakan istri dari Bima dan ibu dari Gatotkaca.

Fungsi dari candi Arimbi sendiri adalah sebagai tempat pemujaan Dewi Parwati.

Berdasarkan temuan relief dan arcanya, candi arimbi bercorak agama hindu siwa.

Candi ini dapat dikunjungi setiap hari (Selasa tutup) pada pukul 08.00-16.00 WIB, dan tidak terdapat tiket masuk namun terdapat tarif parkir.

Baca Juga: Candi Arimbi; Ada Cerita Misterius dari Relief Wanita Membawa Payung

2. Petirtaan Sumberbeji

Petirtaan Sumberbeji Jombang, Diduga Tertimbun Sebelum Era Hayam Wuruk
Petirtaan Sumberbeji Jombang, Diduga Tertimbun Sebelum Era Hayam Wuruk

Petirtaan Sumberbeji terletak di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kabupaten Jombang.

Petirtaan Sumberbeji diperkirakan dibangun dan difungsikan sejak masa Kerajaan Kadiri dan digunakan sampai masa Kerajaan Majapahit.

Petirtaan ini berfungsi sebagai tempat pemandian raja dan keluarganya untuk menyucikan diri.

Disekitar lokasi petirtaan juga terdapat warung-warung kecil yang menjajakan kuliner dengan beragam cita rasa.

Selain itu juga didalam petirtaan terdapat fasilitas lain, seperti musala, tolet, dan tempat parkir.

Petirtaan Sumberbeji dapat dikunjungi setiap hari dan buka 24 jam. Untuk mengunjungi tempat ini tidak dipungut tiket masuk dan cukup dengan membayar tarif parkir saja.

3. Sendang Made

Sendang Made Dikuras Jelang Musim Penghujan
Sendang Made Dikuras Jelang Musim Penghujan

Sendang Made berlokasi di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Sendang Made terletak di lereng gunung pucangan di wilayah utara Jombang.

Kondisi lungkungannya pun masih sangat asri dan sejuk. Ditempat ini terdapat 7 sendang yang airnya jernih dan segar, yaitu sendang drajat, condong, kamulyan, pangilon, gede, pomben, dan sendang payung.

Sendang Made diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat pelarian Raja Airlangga yang merupakan pendiri Kerajaan Kahuripan atau Daha atau Panjalu.

Kono katanya Raja Airlannga pernah bersembunyi di tempat ini kurang lebih 3 tahun.

Di dalam sendang made juga terdapat fasilitas lain seperti toilet, musala, tempat parkir, kios, dan lainnya.

Tidak terdapat tiket masuk untuk mengunjungi tempat ini, dan dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam.

4. Prasasti Tengaran

Achmad Kusaeri Kepala Desa Tengaran saat berada di lokasi Prasasti Tengaran, prasasti Kuno peninggalan Mpu Sindok
Achmad Kusaeri Kepala Desa Tengaran saat berada di lokasi Prasasti Tengaran, prasasti Kuno peninggalan Mpu Sindok

Prasasti Tengaran terletak di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Prasasti Tengaran menjadi saksi sejarah kejayaan Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10.

Prasasti ini merupakan hadiah dari Raja Mpu Sindok yang menyatakan, masyarakat sekitar geweg terbebas dari upeti dan pajak.

Prasasti Tengaran terbuat dari batu andesit yang berusia lebih dari 1000 tahun.

Sampai saat ini prasasti tengaran sering dijadikan objek belajar siswa maupun penelitian mahasiswa. prasasti ini dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 07.00-18.00 WIB.

Tidak terdapat tiket masuk untuk mengungi tempat ini.

Baca Juga: Dari Era Mpu Sindok Hingga Airlangga, Ini Sederet Prasasti Kuno di Jombang

5. Situs Yoni Gambar

Situs Yoni Gambar Masuk Rencana Ekskavasi
Situs Yoni Gambar Masuk Rencana Ekskavasi

Situs Yoni Gambar terletak di Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Yoni Gambar terbuat dari batu andesit dengan orientasi mengahadap ke barat.

Yoni Gambar berbentuk segi delapan dengan bagian atasnya terdapat lubang berbentuk persegi.

Yoni Gambar dipercaya sebagai batas kota ibu kota Kerajaan Majapahit.

Yoni ini merupakan simbol dari kata ibu, pemberi kesuburan dan tanah air yang diwujudkan dalam pemukiman penduduk setempat.

Sehingga tak heran jika disekitar Yoni terdapat persawahan yang begitu subur dan hijau.

Sama halnya seperti situs lainnya, Yoni Gambar juga dijadikan rujukan untuk belajar Sejarah dan penelitian bagi siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Yoni gambar dapat dikunjungi setiap hari dan buka 24jam. Untuk memasuki situs ini tidak terdapat tiket masuk.

 

 

 

6. Situs Watu Umpak

Jarang Dikunjungi, Situs Umpak di Grobogan Mojowarno Kian Merana
Jarang Dikunjungi, Situs Umpak di Grobogan Mojowarno Kian Merana

Situs Watu Umpak terletak di Desa Grobogan, kecamatan Mojowarno.

Situs Watu Umpak merupakan salah satu penginggalan Kerajaan Majapahit yang masih terawat hingga saat ini.

Funsi dari Watu Umpak sendiri adalah sebagai tempat penyangga tiang di keraton.

Di tempat ini terdapat delapan umpak, tujuh diantaranya berada di satu lokasi dan bersebelahan.

Tempat ini sering didatangi warga yang akan mengadakan hajat seperti sunatan dan lainnya.

Serta dijadikan sebagai objek belajar Sejarah bagi siswa maupun mahasiswa.

Situs Watu Umpak dapat dikunjungi setiap hari. Sama seperti situs lainnya, untuk mengunjungi tempat ini tidak terdapat tiket masuk. (mg1/riz)

Editor : Achmad RW
#kuno #wisata bersejarah #Jombang #peninggalan #kerajaan