JOMBANG - Bakat balap Raja Abizar Raqila sudah terlihat sejak usia dua tahun.
’’Saat dibelikan sepeda plastik ditabrak-tabrakan dindidng. Setelah protol kemudian dipakai jumping,’’ kata sang ibu, Rina Puasa Wati.
Saat umur tiga tahun, Raja pernah ikut kejuaraan push bike. Sepeda tanpa pedal, anak-anak melajukan dengan mendorongkan kaki ke tanah.
’’Tiga hingga empat kali ikut lomba tidak juara,’’ terangnya.
Lalu Raja minta dibelikan mini trail. ’’Diajari ayahnya langsung bisa,’’ ucapnya. Raja menaikinya keliling perumahan.
’’Raja naiknya kenceng sehingga dinilai membahayakan. Akhirnya dicarikan sirkuit,’’ terangnya.
Raja pertama turun kejuaraan saat masih duduk dibangku TK Daarunnajwa Tunggorono.
’’Hasilnya langsung juara lima,’’ ungkapnya. Yakni pada kejuaraan di Pujon Malang pada 10-11 Mei 2025.
Setelah itu ikut kejuaraan di Mojokerto namun gagal menyelesaikan kejuaraan karena terjatuh.
’’Raja sampai harus dilarikan ke ambulans,’’ kata Ragil Bianto sang ayah.
Namun setelah itu, Raja masih terus semangat ikut kejuaraan hingga selalu naik podium.
’’Kita sebagai orang tua selalu mendukung bakat anak. Berapapun biayanya tidak kita pikirkan,’’ kata Ragil yang memang cinta olahraga bahkan pernah menjadi manager Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang (PSID).
Baca Juga: Kiat Menghafal Alquran dari Ustazah Biwi Aisyah, Jangan Biarkan Teman Ganggu Murojaah
Wakil Ketua 3 DPRD Jombang Syarif Hidayatullah (Gus Sentot) berharap Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung pengembangan prestasi Raja. ’’Bagaimana pun Raja ini aset yang bisa mengharumkan nama Jombang, jadi harus didukung,’’ tegasnya.
Raja sendiri sangat menikmati proses menjadi atlet. ’’Sebelum tidur push-up 50 kali. Sebelum berangkat sekolah juga push-up 50 kali. Pulang sekolah lari mengitari lapangan 10 kali,’’ ungkapnya. Seminggu tiga kali dia juga latihan fisik di gym.
’’Tidak main HP dan tidak main sama teman. Latihan terus karena ingin jadi pembalap nasional bahkan internasional,’’ ucapnya.
Saat pegang HP dia lihat Youtube balap motor. Mainannya juga miniatur motor.
Sang ibu, Rina Puasa Wati, yang selalu deg-degan tiap kali menyaksikan Raja balapan. ’’Terutama saat start pasti deg-degan banget. Kalau sudah begitu ya kita banyak baca doa selamat. Banyak baca salawat,’’ ungkapnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto