Bukan Cuma Dokter, Ternyata Ini Kunci Kesembuhan Pasien Menurut dr Ketut Aditya

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:25 WIB
dr Ketut Aditya Rahardja SpPD
dr Ketut Aditya Rahardja SpPD

 

JOMBANG - Ada satu hal yang selalu ditekankan dr Ketut Aditya Rahardja SpPD kepada pasien: Dokter bukan satu-satunya penentu kesembuhan.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ploso ini meyakini, perjuangan pasien sendiri memiliki peran penting dalam keberhasilan pengobatan.

Menurutnya, kesembuhan tidak semata-mata berasal dari dokter yang hebat.

Pasien harus ikut berjuang, mulai dari datang berobat, mengikuti saran dokter, hingga mengonsumsi obat sesuai anjuran.

”Kesembuhan pasien bukan berasal dari dokter yang hebat, tapi dari diri pasien itu sendiri,” katanya.

Karena itu, dia menempatkan kepercayaan atau trust sebagai bagian penting dalam hubungan dokter dan pasien.

Kepercayaan, menurutnya, tidak muncul begitu saja.

Dokter perlu membangunnya melalui komunikasi yang tulus dan jujur.

”Itu kenapa komunikasi menjadi hal yang penting bagi saya,” imbuhnya.

Baca Juga: Dari Dokter Bedah hingga Dosen, Kisah dr Rossy Heriancy Menekuni Dua Dunia Profesi di RSUD Ploso

Pandangan itu pula yang membuat Ketut memberi perhatian pada komunikasi selama memberikan pelayanan.

Ia ingin pasien memahami penyakit yang diderita.

”Sekaligus mengetahui rencana pengobatan yang akan dijalani,” ujarnya.

Bahkan, dia sempat membuat batasan kuota pasien setiap hari agar komunikasi dengan pasien tidak berlangsung terburu-buru.

Di luar rumah sakit, sosok Ketut tak jauh dari kehidupan keluarga.

Akhir pekan menjadi waktu yang paling banyak digunakan untuk mengisi waktu luang.

Bukan dengan kegiatan yang rumit, melainkan bermain bersama anak perempuannya.

”Waktu luang saya kebanyakan di weekend, dan itu saya habiskan untuk bermain game bersama anak saya, she is a great gamer,” ujarnya sembari bercanda.

Putrinya masih sangat kecil.

Namun, Ketut sudah mulai menanamkan nilai yang dianggap penting dalam kehidupan keluarga, yakni kejujuran.

Dia berusaha menjadikan rumah sebagai ruang yang aman dan nyaman agar anak tidak takut berkata jujur.

Baginya, anak perlu merasa aman untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.

’’Saat ini anak perempuan saya masih kecil sekali, tapi saya selalu menekankan tentang kejujuran,’’ ungkapnya. (fid/jif)

Editor : Anggi Fridianto
dokter RSUD Ploso dr Ketut Aditya tips pengobatan Jombang