Upaya menggerakkan generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi perhatian serius Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, KH Achmad Cholili Alhafid MHI.
Meski masjid tersebut masuk nominasi masjid teladan tingkat Jawa Timur, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah dalam membangun kedekatan dengan kalangan muda.
“Kendala kami yang masih menjadi PR adalah bagaimana menggerakkan teman-teman Gen Z. Ini yang masih kami carikan formulanya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren An Nur Bayyin, Desa Jabon, Kecamatan Jombang.
Menurutnya, masjid harus menjadi rumah besar seluruh umat Islam, termasuk generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah seperti salat, tetapi juga ruang tumbuhnya ide, kreativitas, dan solusi berbagai persoalan.
Saat ini, takmir telah menggandeng Rohis dan perkumpulan takmir masjid di lingkungan sekolah. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup karena baru menyentuh kalangan tertentu. Ia ingin semua anak muda, termasuk yang sudah aktif di berbagai bidang, bisa terlibat dalam kegiatan masjid.
“Kami ingin semuanya bisa berkegiatan di masjid, bukan hanya yang spesifik di Rohis saja,” tuturnya.
Pengurus masjid membuka diri terhadap berbagai bentuk kegiatan positif dari generasi muda. Jika ada gagasan kegiatan sosial, diskusi, hingga kelas pemberdayaan seperti UMKM, takmir siap memfasilitasi. Masjid, kata dia, harus menjadi ruang kolaborasi dan tempat mencari solusi lintas bidang.
“Datang saja, komunikasi. Masjid ini terbuka. Kita ingin energi masjid menjadi energi luar biasa. Masjid adalah ruang mencari solusi di segala bidang,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan kehidupan sosial ekonomi. Generasi muda perlu dipandu agar mampu menyelaraskan keduanya.
“Orang bekerja tanpa ibadah bisa kacau. Sebaliknya, hanya ibadah tanpa memikirkan kehidupan juga tidak tepat. Jadi harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya fondasi pendidikan agama sejak usia remaja. Anak-anak dianjurkan menempuh pendidikan di pesantren, setidaknya pada jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA, sebagai bekal dasar kehidupan.
Dengan berbagai upaya tersebut, ia berharap Masjid Agung Baitul Mukminin tidak sekadar menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat pembinaan umat lintas generasi, termasuk Gen Z yang kelak menjadi estafet kepemimpinan masa depan.
“Tetapi benar benar hidup sebagai pusat pembinaan umat lintas generasi, termasuk Gen Z yang akan menjadi estafet kepemimpinan masa depan,” pungkasnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto