Radarjombang.id - Dedikasi Purnomo dalam dunia pendidikan anak usia dini tidak lahir secara instan. Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang periode 2024–2028 ini menempuh perjalanan panjang yang dibentuk pengalaman hidup, pengabdian, serta keteguhan menjaga nilai moral sejak usia dini.
Purnomo lahir di Jombang pada 24 Juni 1984. Meski demikian, masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. ”Karena orang tua yang bekerja di sana,” ungkap Purnomo.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Tenam Duduk 1, Kecamatan Semende Darat, Muara Enim. Pada jenjang SMP, kelas 1 hingga kelas 2 ia jalani di salah satu panti asuhan setempat.
Memasuki kelas 3 SMP, Purnomo kembali ke Jombang dan melanjutkan pendidikan di MTs Al Urwatul Wutsqo Diwek, sekaligus mondok di pesantren tersebut. Sejak saat itu, seluruh jenjang pendidikannya ia tempuh di Kabupaten Jombang, mulai dari MA Al Urwatul Wutsqo hingga menempuh pendidikan S1 di STIT Urwatul Wutsqo dengan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pada 2006, Purnomo mendapat amanah dari pondok pesantren untuk membantu mengajar di MI Sunan Ampel Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. Dari pengabdian inilah kepeduliannya terhadap pendidikan dasar dan anak usia dini semakin tumbuh.
Melihat belum adanya lembaga pendidikan di bawah jenjang MI di wilayah Galengdowo, pada 2007 ia mendirikan Kelompok Bermain (KB) Insan Cendekia di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo.
Langkah tersebut menjadi tonggak awal kiprahnya di organisasi profesi. Sejak 2007, Purnomo dipercaya masuk kepengurusan Himpaudi Kecamatan Wonosalam.
Ia menjabat sebagai pengurus hingga 2013, kemudian dipercaya menjadi Ketua Himpaudi Kecamatan Wonosalam selama dua periode hingga 2019.
Bersamaan dengan itu, Purnomo juga aktif dalam kepengurusan Himpaudi tingkat kabupaten.
Puncak pengabdian organisasinya ditandai pada Musyawarah Daerah (Musda) Himpaudi Kabupaten Jombang, Agustus 2024. Dalam forum tersebut, Purnomo terpilih sebagai Ketua Himpaudi Jombang periode 2024–2028.
Dalam pandangannya tentang pendidikan anak usia dini, Purnomo menekankan pentingnya penanaman nilai moral melalui keteladanan dan pembiasaan.
Menurutnya, anak usia dini merupakan peniru ulung, sehingga guru harus menjadi contoh nyata dalam bersikap, berbicara, dan berperilaku.
”Nilai moral tidak diajarkan dengan ceramah, tetapi melalui pembiasaan sehari-hari. Mulai dari berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, membiasakan anak mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih, hingga belajar berbagi dan bertanggung jawab merapikan mainannya sendiri,” ujar Purnomo.
Ia juga menambahkan bahwa nilai moral dapat ditanamkan melalui cerita, permainan, dan lagu agar anak merasa senang dan tidak tertekan.
Selain itu, kerja sama dengan orang tua menjadi kunci penting agar pembiasaan di sekolah dapat berlanjut di rumah.
Di balik kesibukannya, Purnomo juga didampingi keluarga yang selalu mendukungnya. Ia menikah dengan Khusnul Khotimah, SPdI, dan ketiga anaknya Muhammad Fathiyan Akbar, Muhammad Alif Fatihuddin dan Alaea Nafesa Salsabila yang menjadi pendamping setia dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan.
Dengan latar belakang pengalaman hidup dan komitmen yang kuat, Purnomo terus mendorong penguatan pendidikan anak usia dini di Jombang, tidak hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter dan moral generasi masa depan.
Fokus Tingkatkan Mutu dan Kesejahteraan Guru PAUD
TERPILIH sebagai Ketua Himpaudi Kabupaten Jombang periode 2024–2028, Purnomo membawa arah kepemimpinan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidik serta kesejahteraan guru PAUD.
Baginya, mutu pendidikan anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari kapasitas dan kondisi para pendidiknya.
Purnomo menegaskan bahwa program kerja prioritas Himpaudi Jombang difokuskan pada penguatan kompetensi guru PAUD melalui berbagai pelatihan dan workshop berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan agar pendidik PAUD mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
”Program prioritas kami berfokus pada peningkatan kualitas pendidik PAUD dan kesejahteraan guru. Salah satunya melalui pelatihan, workshop, serta penguatan organisasi dan solidaritas antar pendidik,” ujar Purnomo.
Selain pelatihan terpusat, Himpaudi Jombang juga aktif melakukan turun ke bawah (turba) ke kecamatan-kecamatan.
Dalam kegiatan ini, pengurus memberikan materi peningkatan kompetensi pendidik sekaligus menyerap aspirasi langsung dari para guru PAUD di lapangan. Langkah ini dinilai efektif untuk memastikan program organisasi benar-benar menjawab kebutuhan riil pendidik.
Di bawah kepemimpinannya, Himpaudi Jombang juga memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun mitra strategis lainnya. Salah satu kolaborasi yang dijalin adalah dengan Jawa Pos Radar Jombang, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring dan dukungan terhadap eksistensi pendidikan anak usia dini.
Tak hanya fokus pada peningkatan kapasitas, Purnomo menegaskan Himpaudi Jombang terus memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD.
Menurutnya, guru yang sejahtera akan lebih optimal dalam menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus pembentuk karakter anak.
Selain itu, Himpaudi juga aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak usia dini. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, baik dari sisi kognitif, sosial, emosional, maupun moral.
Lebih jauh, Purnomo menjelaskan bahwa tujuan utama dari seluruh program Himpaudi adalah mewujudkan pendidik PAUD yang profesional, bermutu, dan sejahtera. Dengan guru yang kompeten dan lembaga yang berkualitas, ia berharap layanan pendidikan anak usia dini di Jombang semakin optimal.
”Harapannya, dengan pendidik yang kompeten dan lembaga yang bermutu, akan tumbuh generasi anak-anak yang berkarakter, cerdas, berakhlak baik, serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto