Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dari Dokter PTT hingga Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang: Ini Jejak Karier Panjang dr Hendri Marzuki

Anggi Fridianto • Minggu, 16 November 2025 | 13:25 WIB

 

TELADAN: Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang, dr Hendri Marzuki.      
TELADAN: Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang, dr Hendri Marzuki.    
 

 

Radarjombang.id - WAKIL Direktur Pelayanan RSUD Jombang, dr Hendri Marzuki berkomitmen mewujudkan pelayanan paripurna untuk publik.

Sejak mengemban amanah per 7 November lalu, kini ia mulai melakukan orientasi dan evaluasi untuk melahirkan inovasi dalam bidang pelayanan.

Dokter Hendri Marzuki memiliki perjalanan hidup dan karir yang panjang, berliku, sekaligus menginspirasi. Sebelum menjadi PNS, ia pernah menjadi dokter praktik swasta, klinik hingga konsultan kesehatan kerja di beberapa perusahaan.

Lahir di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, 31 Oktober 1970, putra pertama pasangan almarhum H Tahulluddin dan almarhumah Hj Daniah ini menapaki hidup dari desa kecil bernama Desa Dawas, Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Musi Banyuasin. Mulai pendidikan di SD Negeri Desa Dawas, lalu SMP dan SMA di kabupaten yang sama. Usai lulus SMA pada 1988, ia mengikuti keinginan sang ibu untuk menjadi dokter.

Namun perjalanan meraih gelar dokter tidak semulus bayangan. Awalnya, dokter Hendri sempat mendaftar perguruan tinggi negeri melalui jale Sipenmaru di Universitas sriwijaya (UNSRI), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Padjajaran (Unpad), namun nasib berkata lain dan ia akhirnya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Masa pendidikan kedokteran zaman itu tidak semudah yang dibayangkan. Menempuh pendidikan di kampus swasta membuatnya wajib mengikuti ujian negara di universitas negeri.

’’Saya kuliah selesai, tapi antri ujian negara lama sekali. Total waktu tempuh pendidikan mencapai sekitar 10 tahun hingga tuntas menjadi dokter,’’ kenangnya.

Setelah meraih gelar dokter pada 2000, ia langsung mendaftar sebagai dokter PTT Kementerian Kesehatan. Penempatan pertamanya di Puskesmas Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur. Daerah yang kemudian menjadi rumah kedua baginya.

Selesai masa PTT pada 2005, Hendri memilih berkiprah di swasta. Ia bekerja sebagai dokter perusahaan. Sekaligus konsultan kesehatan kerja di tiga perusahaan, klinik swasta, serta membuka praktik mandiri yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan.

Tahun 2014 menjadi titik balik penting. Ia diterima usai lolos seleksi CPNS dan ditempatkan di Puskesmas Tapen, Kecamatan Kudu sebagai awal pengabdiannya 

 

Setahun kemudian, usai menyelesaikan masa CPNS, ia langsung dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Tapen.

Di tahun itu, karirnya mulai menanjak. Tahun 2018 ia dipindah menjadi Kepala Puskesmas Bandarkedungulyo. Lalu pada 2021, ia naik ke level rumah sakit, menjadi Kepala Pelayanan Medis RSUD Ploso.

Dua tahun kemudian, pada 2023, dr Hendri dipercaya menjadi Direktur RSUD Ploso. Lalu, pada 7 November 2025, ia resmi dilantik sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jombang.

Mengemban amanah baru di RSUD Jombang, dr Hendri membawa impian besar. Ia ingin rumah sakit daerah ini menjadi pilihan utama masyarakat. ’’Saya ingin RSUD Jombang pelayanannya benar-benar paripurna, efektif, efisien, dan mengutamakan keselamatan serta kesembuhan pasien,’’ ujarnya.

Setelah bertugas, ia mulai melakukan orientasi untuk memetakan persoalan pelayanan dan menyiapkan inovasi. Baginya, pelayanan kesehatan harus terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. 

 

Aktif Berorganisasi Sejak Kecil

 

Tak hanya bergelut di dunia medis, dr Hendri juga dikenal sebagai sosok organisatoris. Sejak SD hingga SMA, ia selalu aktif dan pernah menjadi ketua OSIS. Bahkan, saat kuliah, ia menjabat ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM).

Kini, ia telah lebih dari 15 tahun berkecimpung di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang.

Mulai dari wakil ketua hingga kini menjadi sekretaris umum. Juga pengurus IDI wilayah Jawa Timur. Serta wakil ketua perhimpunan dokter umum Indonesia (PDUI) Jawa Timur.

’’Komitmen kami menjaga marwah IDI untuk tetap sebagai rumah bersama dokter demi menjaga profesionalisme dan etika,’’ tegasnya.

Baca Juga: Ini Alasan Pudji Umbaran Kembali Dimutasi ke RSUD Jombang: Ingin Wujudkan Mimpi yang Tertunda

Ia juga berkomitmen mewujudkan IDI agar bisa bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan peningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

’’Agar dapat mewujudkan SDM (sumberdaya manusia) unggul dalam menyongsong Indonesia emas 2045,’’ tambahnya.

Di balik kesibukannya, dr Hendri adalah sosok kepala keluarga yang harmonis.

Ia menikah dengan Iriana Ratnawati, perempuan asal Semarang.

Mereka dikaruniai dua anak. Inez Aurelia Caesaria Amala, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisula Semarang, kampus tempat sang ayah menempuh studi. Serta Almira Carita Maritza, siswi kelas 2 SMA Negeri 2 Jombang. (ang/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#sosok #RSUD Jombang #profil #Hendri Marzuki #Wadir