Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kakak-Adik Asal Jombang Borong Medali Pencak Silat, Bikin Bangga Sekolah dan Orang Tua

Wenny Rosalina • Rabu, 5 November 2025 | 12:17 WIB

 

BERPRESTASI: Dari kiri Ardhan (kakak), Samsudin (pelatih), Falah, Nur Ali (pelatih).   
BERPRESTASI: Dari kiri Ardhan (kakak), Samsudin (pelatih), Falah, Nur Ali (pelatih).  

Radarjombang.id –  Tidak banyak anak-anak yang meraih segudang prestasi di pencak silat. Di antara yang sedikit itu Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani.

Baru mengenal pencak silat dua tahun terakhir, sederet prestasi sudah berhasil diraih.

’’Anaknya sangat semangat dalam berlatih. Tidak peduli hujan tetap latihan. Meski dari Mojoagung ke Jombang, selalu tepat waktu,’’ kata sang ayah, Muhammad Arief Fanani, bangga.

 

Falah, sapaan Muhammad Falahuddin Rifqie Fanani, kini duduk di kelas 5 MI Muhammadiyah 1 Jombang. Dia baru setahun ikut kejuaraan. Namun rentetan prestasinya membuat sang ayah tak henti mengucap syukur.

 

Putra bungsu pasangan Muhammad Arief Fanani dan Rita Darmawati ini lahir di Jombang pada 3 Maret 2015. Tubuhnya kecil, tetapi keberaniannya besar. Ketertarikannya pada pencak silat bermula saat mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah sejak kelas 3. Dari situ, bakatnya terpantau. Melalui seleksi, ia terpilih untuk ikut kejuaraan nasional di Surabaya. ’’Awalnya saya dan istri khawatir karena dia kecil sekali. Tapi dia pemberani. Maka kami dukung,’’ kata ayah Falah.

 

Kejuaraan nasional pertamanya justru menjadi titik balik. Dalam turnamen nasional Tapak Suci Chusnan David Cup 2024 di Surabaya, Falah sukses meraih medali perak di nomor tanding kelas A usia dini. ’’Itu yang membuat dia benar-benar semangat. Pulang-pulang langsung bilang ingin latihan lebih serius,’’ kenang Fanani.

Sejak itu, Fanani memasukkan Falah ke Tapak Suci Cabang PAY Kontingen Semut Merah. Latihan dilaksanakan di belakang RS Muhammadiyah Jombang, dua kali seminggu. Setiap Rabu dan Sabtu. Ditambah ekstrakurikuler sekolah setiap Jumat.

 Baca Juga: Dewi Muasyaroh, Sosok Inspiratif di Balik Prestasi Sains Siswa MAN 1 Jombang

Di luar itu, Falah masih sering berlatih fisik di rumah. Sesekali latihan lari di lapangan dekat rumah. Juga skipping, dan latihan fisik lainnya. ’’Kalau sedang longgar dan mood bagus, saya dampingi. Ada beberapa fasilitas di rumah untuk latihan fisik,’’ tuturnya.

Hasilnya terlihat cepat. Dalam satu tahun, Falah mengikuti enam kejuaraan dan membawa pulang sederet medali. Perak di Chusnan David Cup 2024 Surabaya. Perunggu di Unesa Pencak Silat National Challenge II.

Emas di Jombang Pencak Silat Tournament 2025, kelas C usia dini II putra.

Pesilat Terbaik Usia Dini Putra pada Jombang Pencak Silat Tournament 2025. Perak di Tapak Suci Student National Championship 2025 Malang. Perunggu di Madinah Van Java Championship 2025 Pasuruan. Serta emas di Sumpah Amukti Palapa Championship 2025

Sejak awal, Fanani menanamkan prinsip, pencak silat bukan untuk gagah-gagahan. ’’Olahraga ini untuk bela diri, menjaga diri, dan meraih prestasi. Bukan untuk gaya-gayaan,’’ tegasnya.

Menariknya, perjalanan Falah juga memotivasi kakaknya, Muhammad Fakhruddin Ardhan Fanani, kelas 8 SMPN 1 Jombang.

Ardhan yang semula tidak terlalu tertarik pada pencak silat akhirnya mengikuti jejak adiknya. Kedisiplinan yang sama ketatnya membawanya meraih hasil maksimal.  Baru enam bulan bergabung, ia sudah menyumbang medali di beberapa kejuaraan.

 Baca Juga: Hebat! Aqila Aurelia Raih Juara 1 SMA Award Jatim, Karateka Jombang Panen Medali di Gresik

 

Medali perak pada Jombang Pencak Silat Turnament 2025, kelas C pra remaja putra. Perunggu Tapak Suci Student National Championship 2025 di Malang,  kelas D putra SMP. Medali emas Madinah Van Java Championship 2025 di Pasuruan kelas D pra remaja. Serta medali emas Sumpah Amukti Palapa Championship 2025, kelas D pra remaja.

Prestasi kakak-beradik ini justru saling memacu. ’’Keduanya saling menyemangati. Kalau adiknya menang, kakaknya ikut terpacu, begitu juga sebaliknya,’’ tutur Fanani.

Soal masa depan, Fanani memilih mengikuti alur perkembangan putranya. ’’Saya tidak memaksakan. Mengalir saja. Yang jelas, kalau ada event, jam latihan biasanya ditambah. Semua sesuai kebutuhan dan arahan pelatih,’’ ujarnya.

Satu hal yang pasti, Fanani tahu betul cita-cita si kecil Falah ingin menjadi atlet. Sebuah impian yang semakin hari semakin terlihat jalannya.

Sebagai orang tua, Fanani mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan sekolah yang telah memberikan dukungan penuh untuk pengembangan prestasi putranya. ’’Sekolah anak kami di MI Muhammadiyah 1 dan SMPN 1 Jombang sangat mendukung sekali, itu sangat berpengaruh pada semangat anak-anak dalam meraih prestasi,’’ jelasnya. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Siswa berprestasi #pencak silat #Jombang #MI Muhammadiyah 1 Jombang