RadarJombang.id - Di bawah kepemimpinan KH Basiya Adhi Banadi, Ponpes Gadingmangu di Desa Gadingmangu Kecamatan Perak Jombang terus melahirkan generasi hebat berakhlakul karimah.
Salah satu upayanya, mengimplementasikan 29 karakter luhur di Ponpes Gadingmangu Jombang hingga kini.
Ponpes Gadingmangu Jombang merupakan pondok Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang mengacu pada arahan pusat.
’’Termasuk dalam membina santri, kita menerapkan 29 karakter luhur untuk generasi penerus,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tujuan utama implementasi 29 karakter luhur, untuk membekali santri sikap-sikap dan karakter sesuai pedoman agama Islam. Sehingga mereka siap ketika turun ke masyarakat.
’’Kita komitmen melahirkan generasi hebat berakhlakul karimah,’’ tambahnya.
Di antara 29 karakter luhur, tiga sukses; Alim dan faqih, akhlakul kharimah dan mandiri.
Enam tabiat luhur; Rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah dan mujahid muzhid.
Kemudian ada empat tali keimanan; Bersyukur, mempersungguh, menganggunkan dan berdoa.
Kemudian ada tiga prinsip kerja; Benar, kurup dan janji.
Selain itu, ada maqodirulloh; Bila diberi qodar nikmat supaya bersyukur, musibah supaya istirja, qadar cobaan supaya sabar dan qadar salah supaya bertobat.
Juga empat roda berputar; Yang kuat membantu yang lemah. Yang bisa membantu yang tidak bisa. Yang ingat membantu yang lupa. Serta yang salah dinasihati agar mau bertobat.
’’Terakhir ada lima syarat kerukunan dan kekompakan; Bicara yang baik, jujur bisa dipercaya dan mempercayai. Sabar keporo ngalah, tidak merusak sesama (diri, harta, hak asazi dan kehormatan) serta saling memperhatikan dan menjaga perasaan,’’ paparnya.
KH Basiya Adhi Banadi merupakan anak bungsu dari tujuh saudara pasangan Madawal dan Warniah.
Pria kelahiran Cirebon, 12 Desember 1951 ini banyak menghabiskan masa kecilnya di Cirebon dan menuntaskan pendidikan SD-SMP di Cirebon.
’’Kemudian saya pindah ke Indramayu, SMA disana,’’ ujarnya.
Kemudian masuk AKABRI lulus 1969. Setahun berikutnya, ia ditugaskan di Polres Banyuwangi sebagai petugas jaga di Pos Sat Sabhara mulai 1970.
Ia juga pernah ditugaskan Sat Intelkam Polres Banyuwangi 1971.
’’Setelah itu, saya diberi amanah untuk menjadi Kapolsek Glenmore 1975-1977. Sebelum akhirnya menjabat Kasipam Intel di tahun yang sama,’’ terangnya.
Dia juga dipercaya menjadi Kapolsek Pesanggaran 1978–1980. Sempat bertugas di Polres Lospalos Timur-Timur sebagai Kabag Intel 1981-1982.
"Setahun disana, saya ditarik lagi ke Banyuwangi sebagai Kabag Intelpam Banyuwangi 1982-1986,’’ jelasnya.
Perjalanan karirnya terus naik. Ia dipercaya menjadi tenaga pendidik (gadik) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto 1986-1991.
Kemudian tenaga pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira (1992). Serta Kepala Sekolah Polisi di Selawah Aceh 1995.
’’Pada 1996-2000 saya juga dipercaya menjadi tenaga pendidik di Sekolah Calon Perwira,’’ jelasnya.
Sebelum purna 2009, dia menjadi Kabag pengadaan Logistik di Mabes Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
’’Setelah purna, saya kembali ke Jakarta. Kemudian ke Jombang beberapa tahun setelahnya, setelah istri meninggal,’’ urainya.
KH Basiya Adhi Banadi dipercaya menjadi Pimpinan Ponpes Gadingmangu sejak 2013.
Di bawah kepemimpinannya, jumlah santri yang mondok kian meningkat.
’’Alhamdulillah sekarang, ada 5.200 santri,’’ ucapnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW