Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

M Zainut Tamam, Terus Bermanfaat untuk Umat, Abdikan Diri untuk NU

Wenny Rosalina • Minggu, 7 Juli 2024 | 14:29 WIB
Kasi Penma Kantor Kemenag Jombang Dr M Zainut Tamam
Kasi Penma Kantor Kemenag Jombang Dr M Zainut Tamam

RadarJombang.id - Kasi Pendididikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Dr M Zainut Tamam, punya komitmen tinggi memberikan manfaat kepada umat.

Mulai dari pengabdiannya sebagai seorang pendidik  yang memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik untuk siswa, hingga pengabdiannya kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang masih terus dilakukan sampai sekarang.

”Tidak mudah bagi saya untuk meraih pendidikan yang saya dapatkan sekarang. Namun, itu jadi motivasi saya, agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat untuk umat,” kata warga Desa Sidomulyo Kecamatan Megaluh ini.

Putra ke 13 dari 14 bersaudara pasangan H Fathor Rozi dan Hj Siti Qomariyah ini merupakan seorang santri.

Usai menamatkan pendidikannya di MI Al Falah 2 Bangkes Pakong Pamekasan 1987.

Kemudian nyantri di Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan, sekaligus mengenyam pendidikan formal di MTs Mambaul Ulum.

Zainut Tamam punya cita cita menjadi seorang kiai. Ia pun rajin belajar ilmu agama.

Salah satunya menempuh pendidikan di pondok salaf.

Perjalanan pendidikannya sebagai santri sempat terhenti. Ketika ia lulus MTs dan harus melanjutkan ke MAN 1 Pamekasan.

’’Selama di MAN saya tidak mondok, tapi berangkat dari rumah,’’ terangnya.

Lulus dari MAN 1 Pamekasan, ia kemudian ke Malang, kuliah di IKIP Malang (Universitas Negeri Malang) sekaligus mondok di Ponpes Miftahul Huda Gading.

Baca Juga: Ayatulloh Khumaini Komisioner KPU Jombang yang Berupaya Wujudkan SDM Profesional, untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Tak mudah baginya untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Ia harus berusaha keras untuk mendapatkan uang tambahan yang digunakan sebagai biaya hidup.

Selama di Malang, bapak dua anak ini sempat bekerja bersama teman-teman satu pondoknya di bidang percetakan.

Untungnya, pada semester genap, ia mendapatkan beasiswa Supersemar.

’’Saat itu Rp 65 ribu per bulan. Untuk biaya hidup satu bulan itu dulu sudah sangat cukup,’’ ungkapnya.

Lulus IKIP, ia mulai menjadi guru honorer di MTs Al Falah, sembari menempuh pendidikan S1 di STAI Yunisma Pamekasan. Tamam Lulus S1 tahun 2000.

Keberuntungan memang berpihak padanya. Ketika ada seleksi CPNS 1999, ia diterima dengan ijazah D2 PGSD-nya.

’’Saat itu PGSD tidak sebanyak sekarang, kebetulan itu dibutuhkan Kemenag. Alhamdulillah saya ditempatkan di MIN Pucangsimo atau yang sekarang MIN 3 Jombang,’’ terang alumnus S2 Managemen Pendidikan Islam Unipdu Jombang 2012.

Saat mulai bertugas pada 1999, ia mendapat panggilan ikatan dinas guru SD.

Namun, kesempatan itu tidak diambilnya, ia memilih bertahan di MI.

’’Kebetulan juga ditempatkan di Jombang, saat itu sudah berkeluarga, dan istri saya orang Jombang,’’ ucap suami Lilik Zuroida SPd.

Delapan tahun mengajar, pada 2007 ia mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala MIN Randuwatang (MIN 5 Jombang).

Baca Juga: Mengenal Sosok Soekeni Ayahanda Bung Karno yang Ternyata Pernah Hidup dan Menetap di Jombang

Zainut Tamam beserta istri dan anaknya
Zainut Tamam beserta istri dan anaknya

Setelah tiga tahun, ia kemudian dimutasi menjadi kepala MIN Kauman (MIN 1 Jombang).

’’Sejak menjadi kepala madrasah, prinsip saya memberikan pendidikan yang murah dan berkualitas untuk masyarakat. Agar masyarakat menengah kebawah juga bisa menikmati,’’ papar alumnus S3 Managemen Pendidikan Islam UIN Tulungagung 2023 ini.

Dari situ karirnya terus naik. Ia diangkat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto 2018-2021.

Kemudian menjadi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto sampai November 2023.

’’November 2023, baru jadi Kasi Pendma di Kantor Kemenag Jombang hingga sekarang,’’ urainya.

Enam tahun menjadi santri, menurutnya memberikan banyak manfaat dalam kehidupannya. Apalagi, kini ia bekerja dibawah Kementerian Agama.

Sebagai seorang santri, menurutnya, menimba ilmu agama dan pendidikan formal sama-sama penting.

Ilmu agama yang bakal menjadi pondasi ketika menjajaki ilmu umum.

Ilmu agama juga yang menajdi rem, ketika seorang santri tinggal di perantauan dan mengenyam pendidikan formal.

Hal itu juga yang kini ia terapkan kepada kedua anaknya, Azmah Ziadatuttamam dan Alfita Matsna Tamam.

Dengan memberikan dorongan agar anak dengan senang hati menjadi santri.

’’Alhamdulillah anak yang pertama sekarang mondok di PPDU Rejoso fokus pada hafalan Alquran. Sedangkan saya dulu lebih fokus ke kitab. Putri yang kedua masih di MIN 1 Jombang,’’ ungkapnya.  

Selain memperdalam ilmu agama, penting bagi santri untuk aktif di organisasi.

Hingga sekarang, Zainut Tamam masih aktif menjadi pengurus ranting NU Desa Sidomulyo sejak 2000 sampai sekarang.

Ia pernah menjadi ketua PAC GP Ansor Megaluh. Bendahara 2 PC GP Ansor Jombang.

Pengurus PC Maarif NU Jombang. Serta aktif menjadi bendahara umum pengurus daerah IPHI Jombang.

’’Saya ingin mengabdi kepada NU. Dimanapun kita harus berkiprah, saya harus selalu dekat dengan NU. Karena saya orang NU. Selama saya tinggal di Jombang, tak terlepas dari pengurus ranting NU,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)

Editor : Achmad RW
#NU #umat #kasi #bermanfaat #pendidikan madrasah #Kemenag Jombang