Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Camat Sumobito, Heru Cahyono, Kedepankan Kekeluargaan, Gemar Blusukan ke Desa-Desa

Wenny Rosalina • Selasa, 14 November 2023 | 15:50 WIB
Heru Cahyono SSos MSi, Camat Sumobito
Heru Cahyono SSos MSi, Camat Sumobito

JOMBANG - Baru sekitar dua bulan menjabat Camat Sumobito, Heru Cahyono Ssos MSi berhasil menorehkan prestasi.

Heru, berhasil menginisiasi pelunasan pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) di Kecamatan Sumobito yang besarannya mencapai Rp 2,2 miliar.

Keberhasilan yang diraih bersama seluruh desa di Kecamatan Sumobito Itu, berkat pendekatan, dan kerja cepat dan tepat yang dilakukan.

”Prinsip saya dalam bekerja, tidak hanya melaksanakan tugas, tapi juga mencari saudara,” kata ayah dua anak itu.

Dalam menjalankan tugas, Heru selalu mengedepankan sistem kerja kekeluargaan. Ia selalu berusaha sabar, tidak pernah marah namun tetap tegas dalam kepemimpinan.

Heru juga menjadi salah satu camat yang selalu berhasil di mana pun tempatnya bertugas.

”Kesan dari beberapa rekan kerja, saya itu meneng tapi kerja nyata,” jelasnya.

Setelah dilantik menjadi camat Sumobito, Heru langsung bergerak cepat. Salah satu tantangannya, yakni menyelesaikan permasalahan pelunasan PBB.

Saat ia masuk, pelunasan PBB masih sekitar Rp 1 miliar dari jumlah keseluruhan Rp 2,2 miliar.

”Saya masuk masih kurang Rp 1 miliar lebih, dua bulan sudah tuntas,” imbuhnya.

Saat itu, lanjut Heru, banyak pihak yang pesimistis pelunasan kekurangan PBB Rp 1 miliar akan sulit atau akan berjalan lama.

Baca Juga: Widiono: Pencetus Program Madani, Toleransi Beragama Sangat Tinggi

Namun,  Heru berhasil menjawab tantangan itu. Hal itu berkat pengalaman serta kinerjanya yang sat set.

Minggu pertama ia bekerja sebagai camat Sumobito, ia langsung mencari data, dan melakukan evaluasi.

Mana saja desa yang sudah lunas, dan mana desa yang belum lunas. Ia langsung turun ke desa, mencari sumber masalah.

”Dari situ semua permasalahan terurai, ini masih dipakai, ini masih di aplikasi dan lain sebagainya, kalaupun ada yang masih dipinjam saya minta langsung dikembalikan, akhirnya sekarang sudah clear semua,” jelasnya.

Kebiasaan turun ke desa-desa sering kali ia lakukan ketika sedang tidak banyak kegiatan di kecamatan.

Itu dilakukan untuk menjalin ikatan saudara bersama perangkat desa dan masyarakat di Kecamatan Sumobito.

Dalam programnya, Heru memastikan jika Kecamatan Sumobito bebas dari limbah slag aluminium.

”Kami memastikan, limbah tidak dibuang lagi di Kecamatan Sumobito, limbah sudah diambil kementerian dan diganti dengan tanah yang normal,” jelasnya.

Di bawah kepemimpinan Heru, kantor Kecamatan Sumobito juga terus meningkatkan pelayanan.

Heru ingin, masyarakat Sumobito mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya, cepat, dan memuaskan.

Dalam bidang kesehatan, Heru mengatakan, jika Sumobito merupakan salah satu kecamatan dengan angka stunting yang masih tinggi.

Namun, melalui program-program baik yang diselenggarakan secara nasional, maupu program kabupaten, kini angkanya terus menurun.

Baca Juga: Camat Ngusikan Ahmad Fahruddin Fauzi, Punya Pelayanan Cermat, Kembangkan Ekonomi Lokal

”Kami memiliki kader-kader yang hebat, kerja sama semua lini, termasuk puskesmas,” ungkapnya.

Ke depan, Heru akan meningkatkan pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumobito, termasuk posyandu baik balita, lansia maupun remaja.

Tingkat kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu masih rendah. Ia bakal bekerja sama dengan Tiga Pilar untuk melakukan penjemputan jika ada balita yang tidak ikut posyandu.

”Banyak orang tua yang bekerja, anak dititipkan ke neneknya, jadi banyak yang tidak mau ke posyandu, kadang alasannya juga takut kalau dinilai kurang gizi dan lain sebagainya,” jelasnya. 

 

Lahir dari Keluarga Sederhana, Lulus SMA Langsung Jadi PNS

LAHIR di lingkungan keluarga sederhana, Heru hanya bisa pasrah ketika sang ayah hanya mampu mengantarkan pendidikannya hanya sampai ke jenjang SMA.

Tapi, Heru cukup beruntung karena setelah lulus SMA, ia bisa lulus seleksi PNS.

”Orang tua sudah berkata sejak awal, hanya mampu menyekolahkan sampai SMA saja,” jelas pria asal Kabupaten Malang ini.

Putra sulung pasangan Dasirin dan Katminten ini, masa kecilnya penuh kesederhanaan. Sarapan sehari-harinya hanya nasi tiwul dan nasi jagung.

”Makan nasi putih itu jarang-jarang, memang asli anak orang desa dan keluarga sederhana,” katanya.

Setelah lulus SMA pada 1989, ia mencoba peruntungan mengikuti seleksi menjadi PNS, melalui seleksi tingkat provinsi di Surabaya.

Hanya sekali tes, ia langsung lolos. Ia ditempatkan di Kabupaten Ponorogo kurang lebih selama 10 tahun.

Pada tahun 2000, ia mutasi tugas ke Kabupaten Jombang. Ia pun merasa bahagia lantaran istrinya dari Jombang.

Saat pertama tugas di Jombang, Ia ditempatkan menjadi staf di Kecamatan Peterongan selama lima tahun.

Pada 2005, ia menduduki jabatan kasi pemerintahan di Kecamatan kabuh sampai 2010. Kemudian ia mendapat promosi menjadi Sekcam Wonosalam pada 2010 sampai 2013.

Lalu Sekcam Perak sampai 2014, setelah itu kembali ke Kecamatan Wonosalam sebagai camat tahun 2014 sampai 2018.

Setelah itu, ia dipindah tugas sebagai Camat Mojoagung sampai 2019. Pindah lagi sebagai Sekretaris Disporapar Jombang namun hanya enam bulan.

Kemudian digeser ke Sekretaris Dinas Sosial 2020-2022. Kemudian ia menjadi camat lagi di Kecamatan Ngusikan pada 2022 sampai 2023. Baru September tahun ini diangkat menjadi camat Sumobito.

Dalam perjalanan karirnya sebagai staf di Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, ia juga menempuh pendidikan S1 di Universitas Merdeka Ponorogo Jurusan Ilmu Administrasi Negara 1994-1998.

”Itu berangkat dari dorongan kedua orang tua saya, mumpung masih sendiri, lagipula saya juga butuh meningkatkan pendidikan dan pengetahuan,” ungkap pria kelahiran 3 Agustus 1968 tersebut.

Heru menempuh pendidikan S2 di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang dan lulus pada 2009 dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi.

”Yang S2 ini dorongan dari istri saya, katanya kalau saya tidak mau kuliah lagi, maka istri yang kuliah, jadi ya sudah saya saja yang kuliah,” pungkas warga Dusun Gading, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan. (wen/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#PBB #Jombang #Sumobito #Kecamatan #Camat #Pajak