Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dr dr HM Zulfikar As’ad, Akademisi Kesehatan yang kini Didapuk Rektor Unipdu Jombang

Anggi Fridianto • Minggu, 9 Juli 2023 | 13:35 WIB

 

Dr dr HM Zulfikar As’ad MMR di ruang Rektor Unipdu Jombang,
Dr dr HM Zulfikar As’ad MMR di ruang Rektor Unipdu Jombang,

JOMBANG - Nama Dr dr HM Zulfikar As’ad MMR di jajaran Majelis Pimpinan Pesantren Darul Ulum Jombang sudah tak asing di telinga masyarakat. Putra kedua dari delapan bersaudara pasangan KH Moh As’ad Umar (alm) dan Nyai Azzah As’ad (alm) baru-baru ini mengemban amanah baru sebagai Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang.

Pria kelahiran 26 Februari 1964 ini mengawali masa kecil di Pondok Pesantren Darul Ulum. Gus Ufik, sapaan akrabnya, tak hanya menempuh pendidikan informal di pondok, namun juga merangkap pendidikan formal di SDN Mancar Peterongan lulus 1976. Kemudian ke SMPN 2 Jombang lulus 1979 dan SMPP (sekarang SMAN 2) Jombang lulus 1982.

Usai lulus, ia melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta lulus 1989. Gus Ufik sempat mengikuti rekrutmen CPNS setelah lulus dan dinyatakan lolos.

Namun kesempatan itu tak jadi di ambil karena mendapatkan penempatan di Sulawesi Tenggara. ”Karena itu saya mencoba bekerja di Pertamina, tepatnya "offshore" (lepas pantai) di Kawasan Pulau Seribu selama hampir satu tahun,’’ ujar dia.

Tahun berikutnya, ia diminta ayahnya pulang ke Jombang karena untuk mempersiapkan pendirian Akademi Keperawatan (Akper). Setelah berproses dua tahun, Akper pertama di lingkup pondok pesantren di Indonesia akhirnya berdiri.

”Latar belakang ayah mendirikan Akper karena dalam beberapa kali beliau berhaji, melihat banyak rumah sakit di Arab Saudi yang memiliki perawat tapi justru mereka non muslim (biasa dari Filipina dan Thailand). Sehingga beliau memiliki keinginan besar agar umat muslim dari pesantren dapat mengisi kebutuhan tersebut,’’ paparnya.

Seiring berjalannya waktu, Gus Ufik kemudian melanjutkan pendidikan S2 mengambil Magister Manjemen Rumah Sakit di kampus yang sama, yaitu FK UGM Yogyakarta dan lulus 1997. ”Alhamdulillah Akper berjalan dengan baik dan semakin berkembang,’’ jelas suami Hj Afifa, putri ke-8 Bridgen KH Sullam Syamsun dari Jakarta ini.

Dalam perjalanannya, Akper kemudian di merger menjadi satu dengan Unipdu, bersama institusi lain yang didirikan Kiai As'ad yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA), Akademi Kebidanan (Akbid) dan beberapa fakultas tambahan sebagai syarat pendirian Universitas.

”Alhamdulillah Unipdu dapat berdiri yang kemudian diresmikan Wapres Hamzah Haz 2001 silam,’’ tandasnya.

Seiring berjalannya waktu, Gus Ufik kemudian mendapatkan amanah baru untuk mendirikan rumah sakit di lingkup Pondok Pesantren yang bernama RS Unipdu Medika. Namun, mendirikan RS Unipdu Medika tidak mudah.

Butuh perjuangan ekstra terutama dalam memenuhi persyaratan administrasi. Sejak proses pendirikan dimulai 2003 lalu, SK baru dinyatakan turun 2007. ”RS Unipdu Medika pun diresmikan Wapres Jusuf Kalla 2007 silam,’’ pungkas bapak lima anak ini.

Gus Ufik juga berhasil menuntaskan pendidikan doktor di Fakultas Ilmu Kesehatan Unair Surabaya berikut double degree Sandwich Program di Griffith University, Brisbane Australia.

Pendidikan tinggi yang ditempuh juga diikuti istri tercinta, Hj Afifa alumnus S1 Sastra Perancis UI dan S2 Manajemen Pendidikan di Sheffield Hallam Inggris. Bahkan, baru-baru ini sang istri menyelesaikan program Doktor di Unesa Surabaya. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Rektor Unipdu #Gus Ufik #PPDU