dr Wahyu lahir di Surabaya, 5 April 1964 ini memang hobi gowes. Ia bahkan sering naik sepeda saat berangkat kerja ke RSUD Jombang. Menurutnya, banyak cara dilakukan untuk menjaga kesehatan, salah satunya bersepeda. ”Ya, saya memang senang bike to work,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (10/9). Baginya, bersepeda tak hanya menyehatkan, namun juga bisa menghilangkan penat akibat kesibukan di tempat kerja.
Sebagai dokter senior di RSUD Jombang, dr Wahyu memiliki tugas dan peran cukup banyak. Komitmennya mengembangkan RSUD Jombang di bidangnya, spesialis jantung dan pembuluh darah, terus digencarkan. Memberikan pelayanan prima dan ramah kepada semua pasien.
”Sejak 2019 kami sudah menerapkan tindakan penanganan jantung non operasi atau akses lewat pembuluh darah, sehingga bisa meminimalisir rasa sakit,’’ terang anak ke-4 dari enam bersaudara, pasangan Soepardi Martowisastro (alm) dengan Roniyah Benoe (alm) ini.
Menurut dr Wahyu, pasien penyakit jantung di RSUD Jombang yang memiliki trauma pada tindakan operasi, tidak perlu takut berobat. Karena dapat ditekan seminimal mungkin melalui tindakan lewat pembuluh darah.
Layanan non operasi ini juga berlaku untuk berbagai macam penanganan penyakit jantung, seperti penanganan jantung koroner, pemasarangan ring, pemasangan pemacu jantung, maupun pengambilan cairan di kantong jantung. ”Kita sudah mandiri melakukan tindakan itu sejak 2019 lalu,’’ tambah bapak tiga anak ini.
dr Wahyu mengawali pendidikan dasar hingga SMA di Surabaya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga lulus 1990. Setelah itu ia mengikuti tes CPNS dan diterima. ”Saya kemudian mengikuti program pengabdian di daerah terpencil, Pulau Seram Maluku selama empat tahun,’’ terangnya.
Usai pengabdian, ia kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis jantung di Universitas Airlangga lulus 2000. ”Alhamdulillah saya penempatan di Jatim, dan ditugaskan di RSUD Jombang sejak 2001,’’ papar dia.
Semasa pengabdiannya di Jombang, dr Wahyu pernah dipercaya menjadi ketua IDI Jombang 2006-2009. Ia juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Surabaya 2010. ”Namun karena kesibukan, saya ingin lebih fokus pada pelayanan pasien di RSUD Jombang,’’ pungkas suami Mitawati ini. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW