Pendidikan pria yang akrab disapa abah ini dimulai dari MI AL Khoiryiah lulus 1976 dan SMP AL Khoiriyah lulus 1979. ”Mulai SMP saya sangat menyukai organisasi, bahkan menjadi ketua IPNU saat duduk di bangku SMP,” ujarnya. Sejak saat itu jiwa leader-nya terus terasah dan terbukti sampai sekarang.
Kemudian, pria kelahiran Jombang, 13 November 1962 ini melanjutkan pendidikan di SMA Muhammadiyah Jombang hingga lulus 1982. ”Tahun 1984 melanjutkan kuliah di STKIP PGRI Jombang jurusan Pancasila dan Kewargaan Negara (PKN),” katanya.
Lantaran sangat menyukai organisasi, saat lulus SMA dirinya sudah menjajal dunia politik dan masuk jajaran pengurus PPP. ”Kemudian 1998 masuk ke PKB,” kata suami Siti Aisah ini. Menurutnya, lebih banyak pengalaman yang didapatkan setelah bergabung di organisasi politik. Bahkan, Mas’ud dipercaya sebagai pengurus mulai Sekretaris Dewan Syuro hingga Bendahara DPW PKB Jawa Timur. ”Sampai sekarang menjadi Wakil Dewan Syuro PKB,” terangnya.
Ia kemudian mencoba peruntungan dengan berkompetisi sebagai wakil rakyat pada 2004 silam. Alasannya, saking cintanya terhadap organisasi dan ingin yang dilakukannya berguna untuk masyarakat banyak. Asam manis sudah ia lalui saat wakil rakyat. Tidak tanggung-tanggung, ia menjabat DPRD empat periode berturut-turut.
Mas'ud sangat bersyukur karena keberuntungan berpihak kepadanya. Usaha pertamanya membuahkan hasil dan ia terpilih sebagai anggota DPRD Jombang periode 2004-2009. Kemudian kompetisi dilanjutkan periode berikutnya dan juga berhasil. Hal itu dijalaninya 2009-2014. Begitu juga periode ketiga 2014-2019 dan keempat 2019-2024.
”Periode sekarang dipercaya menjadi Ketua DPRD Jombang. Sudah banyak pengalaman dan pembelajaran sebagai wakil rakyat,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, ia juga dikenal tegas saat bertugas. Sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah juga terus dilakukan demi kepentingan masyarakat. "Fungsi DPRD itu salah satunya sebagai kontroling, jadi harus dijalankan," pungkas dia.
Sayang Keluarga, Sering Bantu Pekerjaan Rumah
SOSOK Mas’ud Zuremi tidak hanya tegas saat bekerja, tapi juga sangat menyayangi keluarga. Setiap hari sering membantu sang istri untuk merampungkan pekerjaan rumah. Tak jarang, hasil masakannya menjadi menu favorit keluarga.
Rumah tangganya tergolong harmonis. Hampir di setiap kesempatan, kemesraan selalu ditunjukkan. Bukti cintanya kepada Siti Aisah, wanita asal Kediri yang dinikahinya 1986 lalu, menghasilkan empat anak. Di antaranya Ika Rohmawati, Zuhrisa Noor Lailia, Bur Fahmi Rahmadani dan Nur Alfan Aminulloh.
”Jadi meski sibuk menjadi anggota DPRD tapi saya usahakan meluangkan waktu untuk keluarga,” tuturnya. Salah satu caranya, membantu pekerjaan sang istri di rumah. Tak jarang, Mas’ud mencuci baju sendiri, membantu cuci piring dan pekerjaan rumah yang lain.
”Saya juga sering masak. Malah masakan saya yang menjadi favorit,” tambah kakek enam cucu ini. Saat keluarga besarnya berkumpul, anak-anak justru ingin dirinya yang membuat menu masakan. ”Masakan favorit keluarga saya sambal terasi dan ikan goreng,” terang Ketua Yayasan Nurul Hikmah Dusun Ingaspendowo, Desa/Kecamatan Sumobito ini.
Menurut dia, kebersamaan dengan keluarga sangat penting untuk saling menjaga komunikasi. ”Jadi setiap liburan harus berkumpul. Karena anak-anak saya sudah berkeluarga semua, sehingga diusahakan untuk kumpul bersama,” pungkas Mas'ud yang juga didapuk Ketua Takmir Masjid Al Hikmah Sumobito ini. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW