Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Endah Widiastuti, Staf Keuangan yang Hobi Memasak juga Terapis Akupuntur

Achmad RW • Rabu, 18 Mei 2022 | 15:03 WIB
Endah Widiastuti (tengah)
Endah Widiastuti (tengah)
JOMBANG - Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Endah Widiastuti, S.Kep.,Ns.,MH.,AKP merupakan wanita pekerja keras. Sebagai salah satu pegawai yang memiliki jabatan strategis di dinas, ia mengaku tak gengsi untuk menjajakan mengantarkan pesanan makanan atau jus yang ia buat sendiri.

”Tidak saya tidak malu sama sekali, kalau saya tidak bisa mengantar karena ada tanggung jawab kantor, baru diantarkan anak saya, atau pembantu saya, tapi selama saya ada dan bisa mengantarkan maka saya sendiri yang mengantar,” kata warga Dusun Pacar, RT 1 RW 8 Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang ini.

Sebagai pegawai, Endah selalu memegang teguh tanggung jawabnya dengan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu. Memiliki banyak cabang pekerjaan lain, tidak membuat kewajibannya di kantor dilalaikan. Tugas kantor harus selesai terlebih dahulu. ”Itu yang utama, baru kemudian saya bisa ambil kegiatan yang lain,” kata dia.

Endah merupakan salah satu senior yang juga membina juniornya. Menurutnya, staf keuangan harus orang yang pintar dan sigap. Sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. ”Orang keuangan harus orang yang pintar, orang yang cepat, jadi tim yang ada di bawah saya sudah bisa terbiasa melakukan kegiatan dengan cepat karena keuangan adalah bagian paling krusial dalam suatu instansi,” jelasnya.

Banyaknya kesibukan yang ia jalani tidak membuatnya lalai terhadap tugas seorang istri dan ibu bagi buah hatinya. Dimulai pukul 03.00 sebelum subuh, ia selalu membangunkan suaminya, Abdul Yajid untuk salat malam bersama. Dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah, dan tadarus Alquran. Kegiatan itu setiap hari ia lakukan.

Tak berhenti sampai di situ, Endah melanjutkan aktivitasnya, yaitu belanja dan memasak. Juga menyelesaikan pesanan makanan jika ada. ”Saya jual apa saja seperti jus, lontong cap go meh, catering, semuanya saya lakukan sendiri,” jelasnya.

Endah memiliki hobi memasak, sehingga enjoy dalam menerima pesanan masakan. Ia juga dapat berkreasi mengenai masakan melalui pesanan yang dia dapat. ”Ada berbagai jus, jus buah, jus sayur, makan makanan sehat,” jelasnya.

Selain kegiatan kantor, ia juga memiliki kebun kecil yang ia tanami dengan sayur-sayuran dan buah-buahan. Ada alpukat, kacang panjang, cabai dan lain sebagainya. ”Lumayan untuk mengisi kesibukan di rumah kalau tidak ada kegiatan atau tidak ada pesanan. Suami juga suka berkebun, hasilnya bisa untuk diolah sendiri atau dibagikan ke tetangga,” kata dia.

Banyaknya kegiatan Endah bisa dijalani dengan enjoy karena mendapatkan dukungan dari suaminya. ”Alhamdulillah suami hingga saat ini sangat mendukung apapun kegiatan yang saya lakukan di luar rumah,” tambahnya.

Selanjutnya.......

Photo
Photo
Selain sebagai staf keuangan di dinasnya, Endah juga salah satu terapis akupuntur yang punya legalitas ijazah


Jaga Kesehatan dan Kecantikan dengan Akupuntur


Di tengah kesibukannya yang padat, Endah tetap memperhatikan penampilan dan kesehatannya. Ia rutin terapi akupuntur baik kesehatan maupun kecantikan juga bekam.

”Kebetulan saya ini juga terapis, sehingga perawatan yang saya lakukan juga sama seperti usaha yang saya buat yaitu pengobatan herbal,” ibu dari Widura Buyung El Karimullah, Hamidah Thifal El Yazenda, dan Muh Ariq Ghoniy El Fayyadh.

Menurutnya akupuntur juga bekam memiliki manfaat kesehatan yang banyak. Akupuntur kecantikan dapat mengurangi kerutan-kerutan di wajah, seperti kerutan saat senyum, juga kerutan di mata, mengobati jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya.

”Pengobatan dengan cara herbal bisa mengurangi penggunaan obat kimia,” jelasnya.

Endah tertarik dengan pengobatan tradisional sejak 2003. Saat ia masih bekerja di rumah sakit, dan tertarik dengan metode pengobatan herbal. Endah beberapa kali kursus ke Jakarta, Bekasi maupun di Surabaya.

Namun sebagai terapis tidak cukup hanya menguasai ilmunya, ia harus memiliki ijazah sehingga Endah kemudian menempuh D3 akupuntur di Politeknik Kesehatan Surakarta. ”Karena untuk membuka jasa akupuntur harus memiliki ijazah minimal D3 dan saya sudah lulus,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai orang medis ia mengaku bersyukur bisa menangani pengobatan dengan cara medis yang dipadukan dengan pengobatan secara herbal. ”Ternyata setelah dipadukan dua metode itu sangat bagus bahkan tanpa perlu menggunakan obat-obatan kimia,” jelasnya.

Setelah menjalani pengobatan herbal dengan akupuntur, bekam, juga refleksi ia merasa tubuhnya semakin fresh, penyakit lain seperti pegal-pegal, kesleo, sesak nafas juga bisa diobati dengan cara herbal.

”Setelah mengetahui pengobatan akupuntur jadi jarang minum obat kimia, benar-benar terasa manfaatnya,” pungkas dia.
(wen/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Rubrik Wanita #rubrik wanita radar jombang