Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wiwik Astutik Kepala Sekolah SMPN 2 Ngoro: Tegas, Disiplin dan Inspiratif

Rojiful Mamduh • Rabu, 13 April 2022 | 15:57 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Wiwik Astutik merupakan kepala sekolah perempuan pertama di SMPN 2 Ngoro. Di bawah kepemimpinanya, SMPN 2 Ngoro banyak menorehkan prestasi. Salah satunya berhasil dinobatkan menjadi sekolah penggerak di Jombang.

”Saya tidak bisa menilai diri saya sendiri seperti apa, saya hanya bekerja semaksimal mungkin semampu saya,” ungkap warga Perum Wisma Mojongapit Indah Blok A No. 10 Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang ini.

Sebagai nahkoda SMPN 2 Ngoro, Wiwik Astutik dituntut harus tegas dan berwibawa. Namun sikapnya yang humble dan ceria, membuat sekat antara atasan dan bawahan nyaris tak terlihat. Ia tetap dihormati, tapi juga mengayomi dan berbaur. Sehingga suasana sekolah menjadi menyenangkan dan kompak.

Ia pernah menjadi Plt kepala di SMPN 2 Mengaluh. Ia berhasil menyelesaikan dua PR (pekerjaan rumah) besar, yaitu akreditasi sekolah. Yang sebelumnya nilai akreditasi hanya 79, di tangan Wiwik naik menjadi 92.

PR besar kedua Wiwik adalah pemenuhan pagu. Di SMPN 2 Megaluh selalu kekurangan pagu, setelah Wiwik menjabat sebagai Plt selama 13 bulan, ia bisa memenuhi pagu sekolah dengan sosialisasi ke SD-SD sekitar.

Pada 2020, ia pindah tugas ke SMPN 2 Gudo. Tantangan semakin berat karena baru pertama kali pembelajaran jarak jauh. Belum banyak pengetahuan guru tentang perangkat pembelajaran digital. Namun ia bersama operator sekolah membuat studio pembelajaran. ”Satu lab komputer dijadikan tempat khusus untuk mengajar,” terangnya.

Sementara siswa yang terkendala sinyal, kuota, maupun smartphone untuk belajar, ia membuat Cafe BDR, sebagai tempat siswa untuk setor tugas. ”Tentu saja kesuksesan pembelajaran di mana pun karena dukungan seluruh tim sekolah,” jelasnya.

Di SMPN 2 Ngoro, ia berhasil mengubah wajah SMPN 2 Ngoro, baik dari manajemen, kemajuan sekolah, hingga sarana prasarana. Ia juga berhasil membawa nama SMPN 2 Ngoro sebagai sekolah penggerak.

Ia ikut seleksi tahap kedua. Di Jombang baru tiga SMP yang lolos program sekolah penggerak. ”Di Jombang memang baru bisa ikut saat tahap kedua, karena tahap pertama kuota untuk Jombang tidak ada,” jelasnya.

Wiwik memiliki hubungan yang dekat dan hangat dengan seluruh guru yang ada di sekolah. Tampak kompak dan seperti teman biasa. Namun karena hal itu semua kegiatan bisa dilaksanakan dengan sukses.

Sebagai nahkoda yang membawa perahu besar SMPN 2 Ngoro, ia harus tegas, lincah bergerak, dan tak ingin kalah dengan kepala sekolah yang lainnya. ”Visi misi saya adalah ketika saya ada di satu sekolah, tidak hanya saya yang maju dan berhasil, tapi satu sekolah harus ikut maju bersama,” ungkapnya.

Photo
Photo


 

 

Ibu yang Kompak dengan Anak-Anak

PADATNYA kegiatan sekolah tak membuat tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga terbengkalai. Di hari libur, ia selalu menyempatkan waktu jalan-jalan bersama kedua buah hatinya, hingga nyalon bareng bersama putri sulungnya.

”Tanggung jawab di sekolah dan di rumah harus sama imbangnya, di rumah saya juga masih tetap masak, dan berperan sebagai ibu,” ungkap Wiwik.

Saat di sekolah, ia totalitas berusaha memajukan sekolah. Mengemban amanah penuh tanggung jawab. Sementara hari libur, adalah hari keluarga. Waktunya sepenuhnya untuk keluarga. Biasanya untuk mengisi hari libur, ia jalan-jalan, lebih banyak mengunjungi wisata alam. ”Paling sering ke Magetan, karena kebetulan dekat dengan besan,” katanya.

Memiliki satu anak perempuan dan satu laki-laki. Wiwik terbilang dekat dengan si sulung. Kadang belanja bareng, juga nyalon bareng. ”Mamanya beli baju dia ikut beli baju, mamanya beli sepatu dia juga beli sepatu, semuanya sama mama pokoknya,” kata ibu kelahiran Jombang, 17 April 1971 ini.

Kesibukannya di sekolah harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat. Selama puasa, ia rutin mengkonsumsi madu yang direndam dengan air panas. Makan secukupnya, dan buah. ”Setiap hari selalu ada es di rumah, tapi bukan saya yang minum, untuk anak-anak. Saya hanya kurma panas saja cukup,” tambahnya.

Biasanya di luar bulan Ramadan, ia juga rutin mengkonsumsi air hangat campur jahe dan serai. ”Setiap pagi minum itu, rasanya segar dan tidak gampang lelah,” katanya.

Untuk olahraga, ia suka main tenis lapangan dan voli. Dulu ia aktif berolahraga, tapi sekarang karena sudah sibuk dengan tugas-tugas sekolah, kegemarannya main tenis dan voli ditinggalkan. ”Teman-teman jadwal latihannya pagi, sedangkan pagi saya harus di sekolah, jadi jarang ikut kecuali kalau sedang libur,” tambahnya.

Sedangkan untuk fashion, Wiwik lebih suka pakaian yang simpel, dengan menggunakan sepatu pantofel dengan hak yang tidak terlalu tinggi. Sementara pakaian di sekolah menyesuaikan dengan kegiatan yang ia ikuti.

Wiwik selalu berusaha menjaga penampilannya tetap tampil anggun dan berwibawa. Pakaian batik dan potongan yang modern dan pas di badan. Paduan rok hitam yang netral juga kerudung segi empat yang selaras dengan warna batiknya.

Makeup-nya juga tampak bagus dan tidak berlebihan. Alis yang tegas, lipstik pink, dan kacamata sebagai aksesori. Jam tangan dan perhiasan yang tidak terlalu berlebihan tampak proporsional. ”Suka yang biasa-biasa saja, setiap hari ya begini, karena bisanya hanya begini,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh
#Wiwik Astutik #SMPN 2 Ngoro #kepala sekolah