Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Anggaran Dana Desa Terbatas, Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Jombang Bangun Akses Jalan Pertanian secara Swadaya

Dwi Aris Supriyanto • Rabu, 14 Januari 2026 | 08:27 WIB

 

 

DIBANGUN BERTAHAP: Kepala Desa Rejoagung Ahmad Hasani (kanan) bersama Kepala Dusun Payak Santren Syamsul Anam menunjukan akses jalan
DIBANGUN BERTAHAP: Kepala Desa Rejoagung Ahmad Hasani (kanan) bersama Kepala Dusun Payak Santren Syamsul Anam menunjukan akses jalan

Radarjombang.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang berhasil mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan.

Salah satu caranya dengan melibatkan warga dalam kegiatan pembangunan.

Hasilnya, akses jalan pertanian di Dusun Payak Santren kini mulai terwujud berkat swadaya masyarakat dan dukungan donatur.

Jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 4 meter itu sebelumnya hanya berupa pematang sawah. Kini, berkat kebersamaan warga, akses tersebut dibangun bertahap sejak Selasa (6/1) hingga Minggu (11/1).

Pembangunan akses jalan pertanian ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi petani dan mempermudah distribusi hasil pertanian, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Desa Rejoagung Ahmad Hasani menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan musyawarah desa (musdes) sebagai respons terhadap pemangkasan anggaran desa yang berdampak langsung pada masyarakat.

”Faktor utama keberhasilan dan terlaksananya pembangunan tersebut didorong oleh kuatnya rasa kebersamaan dan prinsip gotong royong yang telah menjadi kearifan lokal turun-temurun di Desa Rejoagung,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam musdes, disepakati beberapa poin yaitu besaran hibah lahan sawah milik warga yang terdampak pembangunan jalan, besaran biaya pembangunan, serta proses pembangunan secara bertahap.

Tahap awal dimulai dengan mengeruk serta memadatkan tanah di sepanjang akses jalan pertanian. Selanjutnya akan dibangun saluran irigasi sekaligus Tanggul Penahan Jalan (TPJ), serta pembangunan jalan beton di tahap akhir.

”Pemangkasan anggaran desa yang signifikan harus dicarikan jalan keluar karena dampaknya juga dirasakan masyarakat secara langsung,” terang Hasani kepada Jawa Pos Radar Jombang saat meninjau lokasi.

Baca Juga: Bukan Pembunuhan, Polisi Ungkap Penyebab Pasti Kematian Mayat Pria di Belakang KUD Rejoagung Jombang

Selain memudahkan akses bagi para petani, mulai dari masa tanam, perawatan keseharian hingga panen, akses jalan pertanian tersebut ke depannya juga bisa menjadi jalan alternatif antar-dusun karena menghubungkan dua jalan desa setempat serta menuju arah permukiman penduduk.

Hasani menambahkan, akses jalan yang memadai akan menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ia turut mengapresiasi sumbangsih dan peran serta warga masyarakat dalam menunjang pembangunan desa.

”Pada prinsipnya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali lagi untuk masyarakat. Semoga kegiatan yang dilaksanakan mampu membawa kemudahan dan keberkahan bagi warga desa kami,” pungkasnya. (dwi/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#bangun jalan #mandiri #swadaya #terbatas #inovasi #Desa Rejoagung #Jombang #kecamatan ngoro #turun #DANA DESA #Kabupaten Jombang #jalan usaha tani