Radarjombang.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Karobelah, Kecamatan Mojoagung Jombang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah menekan angka stunting.
Salah satunya memaksimalkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
Pada Sabtu (30/8) kemarin, pemdes menggelar wisuda kepada 27 keluarga balita yang dinyatakan lulus dari SOTH Permata Hati Karobelah.
”Kegiatan SOTH di wilayah desa kami telah dilakukan sejak rentang Mei hingga Agustus,” ujar Kepala Desa Karobelah Shollahuddin.
Wisuda SOTH merupakan sinergi antara penyuluh keluarga berencana (PKB), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), dan pemdes serta stakeholder lainnya.
SOTH adalah bentuk inovasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan karakter positif mereka.
Selain itu, SOTH memberikan wawasan tentang perencanaan keluarga, konsep pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, perawatan anak usia dini serta pembentukan karakter anak.
Siswa SOTH merupakan keluarga ibu hamil, anak usia bawah dua tahun (baduta) dan bawah lima tahun (balita), baik itu ibu maupun pengasuh lainnya.
”Harapan kami melalui kegiatan ini, para ibu hamil, ibu baduta maupun ibu balita dapat memberikan pengasuhan yang tepat sehingga anak-anaknya terhindar dari resiko stunting,” tandas Shollahuddin.
Kegiatan wisuda SOTH merupakan puncak rangkaian pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan kepada para orang tua, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendidik anak secara efektif.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya percepatan penanganan stunting dengan melaksanakan program pemberdayaan orang tua dalam mendidik anak-anak menuju keluarga yang lebih berkualitas.
”Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan orang tua di wilayah Kecamatan Mojoagung pada umumnya serta memberdayakan perempuan warga masyarakat desa kami pada khususnya,” pungkas Shollahuddin. (dwi/naz)
Editor : Anggi Fridianto