Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bertahun-Tahun Mangkrak, Proyek Embung Purisemanding Jombang Hingga Kini Masih Buram

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 24 Agustus 2025 | 17:42 WIB
Patok yang telah dipasang Kementria PUPR di lahan yang akan jadi Embung Purisemanding Jombang
Patok yang telah dipasang Kementria PUPR di lahan yang akan jadi Embung Purisemanding Jombang

RadarJombang.id – Harapan petani di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jombang untuk memiliki embung sebagai penyangga air tampaknya harus kembali pupus.

Rencana pembangunan embung yang digadang-gadang menjadi solusi krisis air pertanian itu hingga kini masih buram.

Meski lahan sudah dibebaskan sejak beberapa tahun lalu, kabar kepastian realisasi pembangunan justru tak kunjung terdengar.

Kepala Desa Purisemanding, Nurbata, mengatakan embung sangat vital untuk keberlangsungan hidup warganya, terutama para petani.

Selama ini, petani setempat hanya bisa mengandalkan curah hujan yang tidak menentu. Alhasil, pola tanam padi maupun tembakau kerap terganggu.

“Dari informasi yang kami dapat, pembangunan embung baru akan dilakukan oleh BBWS Brantas pada 2026. Kami minta percepatan, jangan menunggu lama. Saat ini petani sudah kesulitan menanam padi, tembakau juga sulit. Kalau embung terbangun, petani bisa menanam dua kali dalam setahun. Hasil panen pasti meningkat,” tegasnya, Kamis (21/8).

Ia menambahkan, kondisi saat ini membuat petani kebingungan menentukan komoditas. Padi tidak bisa tumbuh maksimal karena keterbatasan air, sementara tembakau yang biasanya jadi alternatif pun gagal menjadi harapan.

“Dengan kondisi seperti ini, tembakau pun tidak bisa diandalkan. Embung adalah solusi satu-satunya,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Purisemanding, embung bukan hanya sekadar bendungan kecil. Ia akan menjadi tumpuan masa depan pertanian desa.

Dengan adanya embung, air hujan bisa ditampung dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mengairi sawah di musim kemarau.

Embung juga bisa menjadi cadangan air bersih sekaligus penopang ekonomi warga.

Namun hingga kini, kepastian pembangunan masih samar. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, Sultoni, mengaku belum menerima informasi resmi terkait jadwal pembangunan.

Menurutnya, proyek tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Sejauh ini belum ada pemberitahuan. Terakhir, setelah pembebasan lahan beberapa tahun lalu, proyek tertunda karena efisiensi anggaran. Biasanya pemkab baru mendapat informasi ketika anggarannya sudah pasti sehingga bisa dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya.

Keterlambatan ini membuat sebagian petani khawatir. Jika pembangunan baru terealisasi 2026, setidaknya ada dua tahun lagi mereka harus bertahan dengan kondisi serba terbatas.

Musim tanam padi kian sulit ditebak, dan tanpa sumber air yang jelas, ancaman gagal panen semakin besar.

Sementara itu, beberapa tokoh desa menyebut embung juga bisa menjadi potensi wisata baru bagi Plandaan.

Jika dikelola dengan baik, embung tak hanya memberi manfaat irigasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi tambahan dari sektor pariwisata lokal.

Kini, masyarakat Purisemanding hanya bisa menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

Mereka berharap pemerintah daerah ikut mendorong percepatan agar proyek strategis yang sudah lama dinanti itu benar-benar terwujud, bukan sekadar janji yang terus tertunda. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#plandaan #Jombang #embung #buram #Purisemanding #mangkrak