RadarJombang.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung Jombang sejak awal tahun ini mulai mengembangkan sistem pertanian biomassa.
Lokasi yang dipilih sebagai pilot project adalah lahan persawahan di Dusun Penanggalan dengan luas sekitar 1 hektare.
Kepala Desa Dukuhdimoro Muhammad Khoirul Umam mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk perwujudan program ketahanan pangan bagi para petani di desanya.
”Sistem pertanian ini juga sangat menunjang kembalinya habitat asli alam baik tanah maupun hewan predator alami hama tanaman,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, para petani diimbau agar menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan ternak.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi kandungan kimia pada tanah sekaligus menjaga ekosistem air.
Karena tanah dengan perpaduan kapasitas retensi air yang baik disertai jumlah tanah liat dan bahan organik yang tinggi sangat ideal untuk penanaman padi.
Ke depannya, sistem pertanian ini akan disosialisasikan untuk diterapkan para petani.
Tentunya itu dilakukan agar mencakup keseluruhan wilayah persawahan seluruh dusun yang ada di Desa Dukuhdimoro, yakni Dusun Penanggalan, Dusun Dukuhdimoro hingga Dusun Juwet.
”Ke depan harapannya bisa dikembangkan ke dusun-dusun yang lain,” imbuhnya.
Tujuan utama dilaksanakannya program ini oleh Pemdes Dukuhdimoro adalah untuk mendukung pengembangan program pertanian.
Pelaksanaan program pertanian biomassa ini, juga sejalan dengan program nasional terwujudnya ketahanan pangan.
Umam menambahkan jika lahan persawahan yang digunakan untuk lokasi pengembangan sistem biomassa merupakan tanah bengkok yang dikelola kepala desa.
”Di lahan percontohan tersebut, kami mengembangkan beragam jenis bibit padi untuk perbandingan hasil panen ke depannya, nanti hasil terbaik akan diteliti untuk terus dikembangkan,” pungkasnya. (dwi/naz/riz)
Editor : Achmad RW