Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penggusuran Bangunan SMP di Jombang Bakal Terus Dilanjutkan, Ini Alasan Pemdes Rejoagung

Wenny Rosalina • Jumat, 7 Februari 2025 | 13:35 WIB
Gedung SMP PGRI 2 Ngoro Jombang yang  terancama digusur paksa dan sudah dibangun pondasi di tengahnya.
Gedung SMP PGRI 2 Ngoro Jombang yang terancama digusur paksa dan sudah dibangun pondasi di tengahnya.

RadarJombang.id - Polemik penggusuran bangunan SMP PGRI 2 Ngoro Jombang yang dilakukan Pemdes Rejoagung terus berlanjut.

Pihak pemerintah desa Rejoagung Ngoro Jombang mengklaim sekolah tersebut berdiri di atas tanah desa tetap melanjutkan rencana membangun gedung olahraga di area sekolah.

Bahkan pihaknya berencana merobohkan sejumlah bangunan kelas yang sudah puluhan tahun nganggur, tidak ditempati proses belajar mengajar.

Kepala Desa Rejoagung Ahmad Hasani tak menampik terkait rencana membangun gedung olahraga di area sekolah.

Dari tujuh ruang kelas yang ada, pihaknya hanya meminta tiga ruang kelas saja yang telah nganggur puluhan tahun untuk dimanfaatkan menjadi gedung olahraga.

”Itu 20 tahun nganggur, tidak dipakai, warga berembuk akhirnya diputuskan untuk dijadikan gedung olahraga,” jelas Hasani.

Rencana pembangunan itu menurutnya sudah lama, sejak dua tahun terakhir, hanya saja anggaran siap di akhir tahun 2024. Sehingga baru dilakukan Desember lalu.

”Nanti dilanjutkan lagi setelah anggaran tahun ini cair,” jelasnya.

Disinggung terkait nasib siswa yang belajar di sana, Hasani memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan normal dan kodusif.

Ruang kelas yang telah dibobol bakal diperbaiki secara bertahap. ”Tahun ini kami juga buatkan kamar mandi, yang sempat dibobol kita benahi nanti,” jelasnya.

Bahkan dirinya berjanji bakal membangun ulang ruang kelas yang lebih nyaman jika siswa di SMP PGRI 2 Ngoro bertambah banyak.

Baca Juga: Bangunan SMP di Jombang Ini Terancam Digusur Paksa Pemerintah Desa, Ini Alasannya

”Muridnya hanya sekitar 10, kalau ada 30 murid, nanti kami siap bangun kelas yang lebih baik dan lebih nyaman. Kalau tidak ada anggaran desa akan saya buatkan sendiri,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan SMP PGRI 2 Ngoro yang terletak di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro terancam digusur.

Pasalnya, bangunan sekolah tersebut diklaim berdiri di atas tanah milik Pemerintah Desa Rejoagung.

Saat ini pemdes bahkan sudah mulai membangun fondasi di halaman sekolah rencana untuk membangun gedung olahraga.

Kepala Desa Rejoagung Ahmad Kasani diwakili Kepala Dusun desa setempat Ali Imron menampik tudingan jika hendak melakukan penggusuran.

Bangunan sekolah yang mau dipakai desa adalah ruang kosong untuk kebutuhan pembangunan gedung serbaguna.

Ia juga menjelaskan, jika status tanahnya milik desa, dulu memang tanah eigendom termasuk lokasi lapangan dekat SMP PGRI 2 Ngoro berbatasan dengan makam.

Selama ini diakui Ali Imron, pihak sekolah juga membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Namun Ali menjelaskan jika pihak sekolah tidak bisa menunjukkan status tanah.

Gak iso nunjuk kan surate, surat opo, (gak bisa menunjukkan surat, surat apa),” ujarnya.

Ali Imron menjelaskan, berdasarkan keterangan di Letter C Desa Rejoagung, status tanah diperuntukkan untuk SMP PGRI. Tapi tanahnya tetap milik desa.

”Kalau di Letter C-nya kalau saya lihat untuk SMP PGRI. Statusnya tanahnya bukan, karena milik desa,” ungkapnya.

Baca Juga: Dana BOS Tahap 1 2025 untuk SD dan SMP di Jombang Sudah Cair, Beberapa Sekolah Masih Tertahan

Ia menegaskan jika tidak ada penggusuran, hanya menurunkan genting dari bangunan yang mau roboh dan mengajak warga untuk gotong royong bangun pondasi gedung serbaguna.

”Kalau penggusuran tidak ada, tapi saya minta, kalau tidak diberikan saya minta semua. Karena dasar desa Letter C, kalau sertifikatnya gak ada,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#PGRI #penggusuran #Jombang #SMP #Pemdes #Rejoagung #Ngoro