Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Plt Camat Megaluh Jombang Kunjungi Pasar Brantas, Dorong Interkoneksi Pariwisata

Ainul Hafidz • Senin, 27 Januari 2025 | 16:07 WIB
SERIUS: Plt Camat Megaluh Nurdin Purwoko (pakaian cokelat) dalam kunjungannya ke Pasar Brantas, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang, Minggu (26/1).
SERIUS: Plt Camat Megaluh Nurdin Purwoko (pakaian cokelat) dalam kunjungannya ke Pasar Brantas, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang, Minggu (26/1).

RadarJombang.id – Plt (Pelaksana tugas) Camat Megaluh, Jombang, Nurdin Purwoko melakukan kunjungan ke Pasar Brantas di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Minggu, (26/1).

Dia mendukung interkoneksi pariwisata di kecamatan setempat.

Pasar Brantas yang berada di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh adalah pasar tematik sebulan sekali yang sudah berjalan dua tahun.

Bertujuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, wadah promosi seni budaya, dan wadah penggalangan kepedulian lingkungan khususnya Sungai Brantas.

Selama kunjungannya, Plt Camat Megaluh melakukan dialog dengan warga, menyaksikan dan mencoba berbagai tampilan seni budaya seperti karawitan, gejok lesung, dan dhagelan serta berkunjung ke Museum Brantas Jombang di desa itu.

”Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan bapak camat beserta jajaran. Kami berharap geliat wisata, seni, dan budaya di desa kami makin berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak termasuk Pemerintah Kecamatan Megaluh,” kata Kepala Desa Ngogri Agus Lishartitik.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemetaan, dokumentasi, dan promosi potensi wisata yang ada di Megaluh raya.

Meliputi seluruh desa di Megaluh, yang totalnya ada 13 desa.

Sementara itu, Plt Camat Megaluh Nurdin Purwoko menjelaskan, Megaluh memiliki potensi alam berupa aliran Sungai Brantas dan beberapa anak sungainya.

Bentangan sawah luas yang menjadi garda ketahanan dan lumbung pangan di Jombang.

Serta kekayaan sejarah, seni, dan budaya termasuk keberadaan situs bersejarah Damar Wulan.

”Kami mendorong adanya rencana pengembangan interkoneksi pariwisata di Megaluh karena potensinya yang banyak dan beragam. Ke depan, kami akan terus mengagendakan berbagai diskusi bersama para pegiat wisata, seni, dan budaya Megaluh. Harapannya, pariwisata bisa memberikan berbagai dampak baik bagi masyarakat setempat,” tandas Nurdin Purwoko. (fid/naz)

Editor : Achmad RW
#Ngogri #interkoneksi #wisata #Jombang #Pasar #Megaluh #brantas