Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemdes Carangwulung Wonosalam Jombang Realisasikan DD untuk Pengadaan Bibit Pohon

Anggi Fridianto • Senin, 16 Desember 2024 | 16:03 WIB
PEDULI: Kepala Desa Carangwulung M Arief saat menanam pohon di kawasan Desa Carangwulung, Wonosalam, Jombang.
PEDULI: Kepala Desa Carangwulung M Arief saat menanam pohon di kawasan Desa Carangwulung, Wonosalam, Jombang.

RadarJombang.id – Pemerintah Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam.

Sebagai daerah penyangga mata air di Jombang, Pemdes Carangwulung melakukan berbagai upaya.

Salah satunya melakukan penanaman pohon di sempadan sungai dan lahan kritis. 

Kepala Desa Carangwulung M Arief menyampaikan, di wilayah Desa Carangwulung tercatat ada 37 titik sumber mata air.

Lokasinya tersebar di lahan warga hingga hingga lahan milik Tahura.

”Dengan adanya 37 titik sumber mata air tersebut, kita berkomtimen melakukan pelestarian dengan masyarakat, termasuk dukungan dari seluruh jajaran terkait,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Guna mendukung pelestarian alam, setiap tahun Pemdes Carangwulung juga merealisasikan program pengadaan bibit dari dana desa.

Bibit-bibit tersebut kemudian ditanam bersama warga di beberapa titik yang dinilai rawan. Mulai sempadan sungai dan lahan kritis.

”Tahun 2008 beberapa lahan di sini banyak yang gundul. Tapi sekarang alhamdulillah dengan adanya program konservasi, lahan tersebut sudah menghijau,” papar dia.

Dijelaskan, keberadaan 37 sumber mata air yang ada di Desa Carangwulung tak hanya dirasakan masyarakat setempat.

Namun juga dirasakan ratusan bahkan ribuan jiwa dari warga desa lainnya. Mulai Desa Panglungan, Desa Wonokerto dan Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng.

”Karena pusat sumber mata air di sini. Kalau di sini tidak kita rawat, maka akan berpengaruh pada desa-desa lainnya,” jelas dia.

Inisiasi Pemdes Carangwulung dengan pengadaan bibit, gayung bersambut dengan program Permata (Perlindungan Mata Air dan Hutan) yang dijalankan warga setempat sejak 2020 lalu.

Program pelestarian sumber mata air tersebut kini bahkan telah merambah ke semua dusun di Desa Carangwulung.

”Alhamdulillah program ini awalnya berjalan tahun 2020, dan sampai sekarang terus berlangsung,” papar dia.

Tak hanya itu, Pemdes Carangwulung juga sering melakukan kolaborasi dengan Pemkab Jombang, Perhutani dan organisasi masyarakat untuk menjalankan program pelestarian hutan.

”Dengan adanya sinergi ini kita harapkan dapat membawa manfaat positif untuk alam kita di masa yang akan datang,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #DD #carangwulung #DANA DESA #Pemdes #bibit pohon #Wonosalam #Pengadaan #Desa