RadarJombang.id – Warga Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben sangat menghargai jasa para leluhur desa.
Hal itu ditunjukkan dengan kekompakan warga yang secara sukarela urunan untuk memugar area makam Buyut Diyah yang oleh warga diyakini sebagai tokoh pembabat Desa Watudakon.
Beberapa sarana prasana di area makam dipenuhi agar para peziarah lebih nyaman.
Kades Watudakon Suharto mengatakan, Buyut Diyah diyakini warga sebagai tokoh pembabat Desa Watudakon.
Makam leluhur desa tersebut berada di Dusun Watudakon.
”Jadi masyarakat sampai sekarang tetap merawat makam Buyut Diyah, sebagai cara menghormati tokoh yang dulu babat alas Watudakon,” kata Suharto kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurutnya, warga Desa Watudakon secara swadaya melengkapi sarana atau fasilitas di area makam.
Di antaranya pembangunan pendapa yang semula bentuknya masih kecil, sekarang sudah lebih megah.
Bahannya menggunakan bata merah sehingga lebih elok.
”Pemenuhan sarana dan prasarana ini dilaksanakan masyarakat sendiri secara swadaya 2023 lalu, jadi tidak pakai anggaran desa sama sekali,” imbuh dia.
Pemdes mengapresiasi semangat warga selama ini menjaga makam.
Baca Juga: Pemdes Cukir Diwek Jombang Bentuk SOTH untuk Tingkatkan Keterampilan Parenting
Ini merupakan wujud penghormatan kepada jasa para leluhur. Sehingga generasi ke depan akan tetap mengenal leluhurnya.
”Apalagi sekarang sudah banyak warga yang menyampaikan unek-uneknya, supaya bagian makam juga disamakan dengan ketinggian bangunan pendopo,” tutur Suharto.
Selama ini, makam keramat itu tiap tahunnya juga jadi tempat menggelar sedekah dusun.
”Semoga apa yang dilakukan masyarakat juga membuat dusun semakin guyub dan rukun,” kata Suharto.
Desa Watudakon memiliki empat dusun. Masing-masing Dusun Watudakon, Jerukwangi, Rembukwangi dan Dusun Jungkir. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW