RadarJombang.id – Pemerintah Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang terus berinovasi.
Kali ini pemerintah kelurahan Jelakombo mencetuskan program Sedekah Jelantah atau minyak goreng sisa pemakaian.
Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara terus menerus di lingkungan rumah tangga.
Kepala Kelurahan Jelakombo Antin Sukma Utami menjelaskan bahwa konsep dari program yang telah diterapkan sejak awal tahun 2024 tersebut sangatlah sederhana.
”Para warga dengan sukarela menyedekahkan minyak sisa penggorengan atau jelantah kepada pemerintah kelurahan untuk nantinya mendapat imbal balik sedekah berupa beras,” terangnya.
Program Sedekah Jelantah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara terus menerus.
Terutama untuk menggoreng makanan yang akan dikonsumsi serta dampak buruk saat membuang minyak jelantah ke lingkungan sekitar.
Dalam jangka waktu satu bulan, minyak jelantah yang telah terkumpul akan diambil oleh pengepul dan ditukarkan dengan beras yang telah dikemas masing-masing seberat tiga kilogram.
Beras kemasan tiga kilogram tersebut lantas dibagikan kepada para ibu rumah tangga di seluruh rukun tetangga (RT) secara bergantian secara merata saat acara pengajian rutin di kantor kelurahan.
”Selain dapat membantu kesejahteraan warga, sedekah jelantah juga terbukti mampu mengurangi polusi lingkungan karena minyak jelantah merupakan limbah dan dapat berdampak buruk jika dibuang langsung ke lingkungan,” tambah Antin.
Dalam pelaksanaannya, warga setempat dapat langsung membawa minyak jelantah ke kantor kelurahan atau dikumpulkan di rumah ketua RT masing-masing.
Baca Juga: Pemdes Bongkot Peterongan Jombang Jalin Sinergi untuk Percepatan Penanganan Kawasan Kumuh
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kelurahan Jelakombo menunjuk Abdul Muid selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat (Kaur Kesra) Kelurahan Jelakombo sebagai koordinator program.
Sesuai dengan tupoksinya di bidang kesejahteraan rakyat dalam membantu perangkat kelurahan dalam penyusunan program keagamaan serta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.
Pemerintah Kelurahan Jelakombo juga berinovasi dengan mengadakan pelatihan pengolahan jelantah menjadi sabun kepada para warga.
”Harapannya warga juga mampu membuat olahan turunan dari jelantah untuk diolah secara mandiri dan digunakan untuk keperluan pribadi,” pungkasnya. (dwi/naz)
Editor : Achmad RW