Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bangun Punden Surontanu, Cara Pemdes Tanjunggunung, Peterongan Jombang Hormati Peninggalan Leluhur

Anggi Fridianto • Sabtu, 13 Juli 2024 | 13:32 WIB
Hendra Wijaya Sekdes Tanjunggunung bersama perangkat desa saat mengunjungi petilasan surontanu.
Hendra Wijaya Sekdes Tanjunggunung bersama perangkat desa saat mengunjungi petilasan surontanu.

RadarJombang.id – Pemdes Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan Jombang punya cara tersendiri untuk menghormati peninggalan leluhur.

Salah satunya, dilakukan Pemdes Tanjunggunung dengan merenovasi petilasan Surontanu yang ada di Dusun Bantengan.

Kepala Desa Tanjunggunung Samsuri menyampaikan, di Dusun Bantengan ada makam kuno yang disebut petilasan Surontanu.

Berdasarkan cerita dari sesepuh Desa Tanjunggunung, Dusun Bantengan dulunya jadi lokasi pertarungan antara Kebokicak dan Surontanu.

Awalnya, petilasan ini hanya terdiri dari sebuah bangunan makam dengan nisan dari batu dan cungkup daun kering.

"Untuk menghormati peninggalan leluhur, kita dari Pemdes Tanjunggunung telah membangunkan punden yang lebih representatif,” ujar dia.

Dijelaskan, petilasan Surontanu ini sudah ada sejak dulu. Kemudian dilakukan renovasi mulai 2017.

Petilasan Surontanu juga sering menjadi jujukan ziarah warga dari Jombang dan luar Jombang.

"Khususnya pada malam-malam tertentu sering dikunjungi beberapa masyarakat,” tandasnya.

Diceritakan, Dusun Bantengan, Desa Tanjunggunung  dipercaya jadi lokasi pertarungan hebat antara Kebokicak dan Surontanu.

Cerita itu, bermula dari banteng milik Surontanu, seorang perampok sakti dikabarkan sering menyebarkan penyakit mengerikan di masyarakat, khususnya di Dusun Bantengan.

Baca Juga: Pemdes Tondowulan, Plandaan Jombang Ajak Warganya Aktif Membaca Lewat Perpusdes hingga Ngopi Literasi

Bahkan, penyakit itu sering menyebabkan kematian mendadak masyarakat.

Mengetahui hal itu, Kebokicak bertarung dengan Surontanu di lokasi tersebut.

”Setelah pertarungan hebat beberapa waktu, akhirnya Surontanu kalah,” ujar dia melalui Hendra Wijaya Sekdes Tanjunggunung.

Banteng milik Surontanu juga diceritakan mati. Kemudian, lokasi pertarungan tersebut dinamakan Dusun Bantengan.

”Cerita tokoh masyarakat lain menyebut, lokasi itu adalah makam banteng milik Surontanu,” jelas dia.

Desa Tanjunggunung memiliki enam dusun. Yakni, Dusun Pule, Bantengan, Tanjung, Kedungjeru, Sini, dan Dusun Kedungputat.

Dari total enam dusun itu ada 1.496 kepala keluarga (KK).

”Alhamdulillah masyarakat Tanjunggunung guyup rukun,” singkatnya.  (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#peterongan #Tanjunggunung #Punden #Jombang #leluhur #Pemdes