RadarJombang.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, aktif membantu warga desanya, terutama petani.
Karena meskipun berbatasan langsung dengan wilayah perkotaan, namun sebagian besar wilayah Desa Tunggorono masih didominasi lahan persawahan.
Pemdes Tunggorono kerap bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengakomodir kebutuhan para petani, sebagai perwujudan program ketahanan pahan bagi warga desa.
Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan menuturkan bantuan mulai dari pemberian bibit tanaman padi, alokasi pupuk hingga obat pengendali hama telah diberikan secara tepat kepada para petani melalui kelompok tani (Poktan).
”Pada Minggu (7/7) pagi, pemdes beserta poktan telah melaksanakan kegiatan penyemprotan insektisida untuk pencegahan hama wereng," ungkapnya.
Penyemprotan massal tersebut dimulai dari wilayah persawahan di Dusun Karangkletak dengan luasan sekitar 30 hektare.
"Yang nantinya juga akan dilakukan secara merata di seluruh dusun,” ujarnya.
Pemdes Tunggorono juga melakukan pendampingan kepada para petani.
Pendampingan itu, dilakukan berbarengan saat kegiatan penyemprotan massal guna mengantisipasi serangan hama wereng pada tanaman padi.
Penyemprotan obat pengendali hama dilakukan untuk mengantisipasi serangan hama wereng guna mencegah kerusakan tanaman padi.
sehingga pertumbuhan tanaman padi dapat maksimal dengan tujuan mendapatkan hasil panen yang optimal.
Baca Juga: Pemdes Janti, Jogoroto Jombang Terus Kembangkan Wisata Religi Makam Mbah Sayyid Ismail
Desa Tunggorono memiliki lima dusun yang sebagian besar lahannya merupakan wilayah persawahan dengan luas akumulatif mencapai sekitar 200 hektare.
Meliputi Dusun Gabus, Karangkletak, Tunggul, Dayu dan Dusun Tunggorono.
”Poktan juga telah terbentuk guna mempermudah koordinasi terkait hal apa pun yang berkaitan dengan informasi di bidang pertanian,” terangnya.
Berbagai langkah yang telah dilakukan diharapkan dapat berdampak signifikan pada hasil panen para petani.
”Hasil panen yang maksimal, tentunya berdampak bagi meningkatnya taraf hidup dan perekonomian para petani,” pungkasnya. (dwi/naz/riz)
Editor : Achmad RW