RadarJombang.id – Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang sudah puluhan tahun dikenal sebagai sentra olahan ikan asap berkualitas dengan harga terjangkau.
Terdapat puluhan produsen olahan ikan asap secara turun temurun di Desa Gambiran.
Bahkan, produsen ikan asap kini meluas ke beberapa dusun lain di Desa Gambiran.
Kepala Desa Gambiran Jupri menyampaikan, olahan ikan asap di Desa Gambiran dikenal luas karena menggunakan bahan baku ikan air tawar segar dan jenis unggul.
”Alhamdulillah usaha pengolahan ikan asap di desa kami berkembang pesat serta dapat membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” ujar dia.
Menurutnya, yang menjadi favorit pelanggan adalah olahan ikan asap jenis tombro.
Hal ini dikarenakan ikan tombro yang digunakan merupakan ikan hasil ternak kualitas unggulan dari wilayah Kabupaten Lamongan.
Dijelaskan, proses pembuatan olahan ikan asap terbilang mudah namun membutuhkan ketelatenan serta keterampilan tersendiri.
Awalnya, bahan baku ikan segar dicuci serta dibersihkan terlebih dulu.
Kemudian, ikan segar lantas dipotong menjadi beberapa bagian dan dilapisi daun pisang agar tidak lengket saat proses pengasapan di atas bara panas.
Selanjutnya, proses pengasapan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit, sebelum akhirnya olahan ikan asap siap dipasarkan.
Selain dijual ke pasar tradisional sekitar wilayah Jombang serta luar kota, jangkauan pemasaran olahan ikan asap khas Desa Gambiran juga telah mencapai Bali.
Pemerintah Desa (Pemdes) Gambiran turut aktif dalam mendukung perkembangan produsen olahan ikan asap di desanya ini.
”Selain sebagai oleh - oleh khas para tamu, kami juga akan mewujudkan ikon kampung olahan ikan asap,” tutur Jupri.
Selain itu, Pemdes Gambiran juga berencana membangun rest area yang dilengkapi pujasera di lahan Tanah Kas Desa (TKD).
Lokasinya, cukup strategis karena dekat dengan jalan nasional Jombang - Surabaya serta Ringroad Mojoagung guna mewadahi produk lokal unggulan Desa Gambiran.
Untuk TKD di Dusun Ngrowo yang dekat dengan area persawahan akan dibangun kolam budi daya dan pembesaran ikan untuk memenuhi kebutuhan para produsen.
”Harapan kedepannya para produsen tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan baku ikan air tawar,” pungkas Jupri. (dwi/ang/riz)
Editor : Achmad RW