RadarJombang.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Jombang terus menjaga tradisi susuk wangan atau tradisi pembersihan saluran irigasi.
Tradisi susuk wangan ini, adalah tradisi peninggalan nenek moyang ini sudah dilakukan turun temurun.
Tradisi susuk wangan ini, juga dilestarikan karena berguna untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Desa Wangkalkepuh Sugiyono menyampaikan, sebagai upaya menjaga kearifan lokal, setiap tahun ada tradisi susuk wangan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
”Tradisi susuk wangan ini membersihkan saluran irigasi pertanian. Kita lakukan setiap tahun, agar saluran air tetap lancar,’’ ujarnya.
Dalam kegiatan itu ditandai dengan kenduren atau doa bersama yang dilakukan beberapa kelompok tani dan dipimpin sesepuh desa.
Selanjutnya, petani turun ke saluran irigasi untuk membersihkan saluran.
Pada kesempatan kemarin (30/4), Pj Bupati Jombang Sugiat didampingi kepala OPD terkait ikut serta hadir.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, kegiatan ini untuk menjaga silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga.
”Ini adalah komitmen kami, kita utamakan menjaga saluran tersier dengan kerja bakti,’’ jelas dia.
Dijelaskan, saluran tersier di Desa Wangkakepuh panjangnya mencapai 5.300 meter.
Baca Juga: Pemdes Kepuhkembeng, Peterongan Jombang Genjot Pembangunan Infrastruktur Untuk Seluruh Wilayah Desa
Kemudian yang sudah terbangun saluran sepanjang 4.200 meter.
Sisanya ada juga yang rusak dan butuh perbaikan.
”Namun upaya saluran tetap lancar dan bersih kita utamakan dengan kerja bakti,’’ pungkas Sugiyono. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW