JOMBANG – Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang memiliki salak sebagai potensi unggulan.
Melimpahnya hasil panen salak setiap tahun, mampu mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat Desa Galengdowo.
Bahkan, ada tradisi Bancaan Salak yang dilaksanakan rutin di Desa Galengdowo setiap tahun sebagai wujud syukur atas hasil panen melimpah.
”Di Desa Galengdowo ada sekitar 22 hektare kebun salak milik warga. Setiap panen, kurang lebih menghasilkan 10 ton salak segar,’’ ujar Kepala Desa Galengodowo Wartomo kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Adapun salak yang ditanam di Desa Galengdowo, adalah jenis salak pondoh dan salak pondoh madu.
Dua salak ini memiliki keunggulan dengan daging lebih besar dan rasa lebih manis dibandingkan salak dari daerah lain.
”Salak Galengdowo pernah ikut lomba 2018, dan Alhamdulillah menjadi juara 1 kategori buah tingkat Jawa Timur. Alhamdulillah harga salak terus naik dan banyak diminati konsumen,’’ tambahnya.
Salak Galengdowo juga menjadi ikon desa yang kini melekat di telinga masyarakat.
Setiap tahun, pada minggu kedua bulan Mei, Pemdes Galengdowo dan petani salak mengadakan bancaan salak.
Event gebyar potensi itu dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas melimpahnya panen salak setiap tahun.
”Ini juga sebagai upaya kami mempromosikan potensi salak Galengdowo. Karena perekonomian masyarakat semakin meningkat,’’ jelas dia.
Baca Juga: Pemdes Miagan, Mojoagung, Jombang, Bangun Alun-alun Cemara untuk Sentra Ekonomi Baru
Pemdes Galengdowo juga terus menjalin sinergitas dengan dinas-dinas terkait dalam hal peningkatan potensi lokal.
Misalnya memfasilitasi kegiatan pembelajaran produk turunan salak seperti sirup salak, jenang salak, maupun keripik salak.
”Kita ada kelompok wanita tani (KWT) sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Difasilitasi mengikuti kegiatan yang diadakan dinas terkait,’’ tambahnya.
Selain itu, Pemdes Galengdowo kerap menggandeng Dinas Pertanian untuk mengadakan sekolah lapang.
Tujuannya, memberikan pendampingan edukasi terkait penamanan salak mulai pembibitan, pemupukan dan panen hingga pascapanen.
”Harapan kita petani akan semakin tahu dalam mengembangkan salak,’’ pungkas Wartomo. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW