Ketahui Biaya dan Cara Efektif LASIK, Pilih Teknologi Sesuai Kondisi Mata

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi operasi LASIK (Pixabay.com/ hysw001! )
Ilustrasi operasi LASIK (Pixabay.com/ hysw001! )

 

JAKARTA, RadarJombang.id – Keinginan terbebas dari kacamata atau lensa kontak membuat prosedur LASIK semakin banyak dipertimbangkan. Selain soal kenyamanan saat beraktivitas, teknologi koreksi penglihatan juga terus berkembang sehingga pasien kini memiliki lebih banyak pilihan.

Mulai dari LASIK dengan flap hingga teknologi tanpa flap seperti ReLEx SMILE, SMILE Pro, dan SiLK. Perbedaan teknologi tersebut juga membuat biaya yang perlu disiapkan pasien tidak selalu sama.

Lantas, berapa biaya operasi LASIK dan bagaimana cara memilih prosedur yang efektif?

Baca Juga: RSUD Ploso Sinergi dengan Smile Train, Operasi Bibir Sumbing Upaya Kembalikan Senyum Masyarakat di Sekitar Jombang

Berapa Biaya Operasi LASIK?

Biaya LASIK dipengaruhi oleh metode yang digunakan, teknologi yang tersedia, kondisi mata pasien, hingga layanan pemeriksaan sebelum dan sesudah tindakan.

Di KMN EyeCare, biaya LASIK tercantum sekitar Rp14 juta untuk satu mata dan Rp28 juta untuk kedua mata. Namun, pasien tetap perlu memperhatikan komponen biaya lain, termasuk pemeriksaan sebelum tindakan dan konsultasi dokter.

Sementara untuk teknologi tanpa flap generasi lebih baru, SiLK, biaya tindakan untuk kedua mata tercantum sekitar Rp35 juta, belum termasuk pemeriksaan pra-LASIK dan konsultasi dokter.

Artinya, calon pasien sebaiknya tidak hanya melihat angka harga tindakan. Penting untuk memastikan apa saja yang sudah termasuk dalam paket dan biaya apa yang masih harus dibayarkan secara terpisah.

 

Kenapa Biaya LASIK Bisa Berbeda?

Perbedaan biaya LASIK tidak semata-mata ditentukan oleh harga laser. Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan.

1. Teknologi yang Digunakan

Perkembangan teknologi membuat prosedur koreksi penglihatan kini tidak hanya menggunakan LASIK konvensional.

Pada LASIK dengan flap, dokter membuat lapisan tipis pada kornea sebelum melakukan pembentukan ulang kornea menggunakan laser.

Sementara pada prosedur tanpa flap seperti ReLEx SMILE, SMILE Pro, dan SiLK, dokter tidak membuat flap. Laser membentuk jaringan tipis atau lenticule di dalam kornea yang kemudian dikeluarkan melalui sayatan kecil.

Perbedaan teknologi dan perangkat yang digunakan tersebut dapat memengaruhi biaya tindakan.

2. Kondisi Mata Pasien

Tidak semua orang memiliki kondisi mata yang sama. Besarnya minus atau silinder, ketebalan dan bentuk kornea, kondisi permukaan mata, serta kesehatan mata secara keseluruhan perlu diperiksa sebelum menentukan prosedur.

Karena itu, teknologi yang paling mahal atau paling baru belum tentu otomatis menjadi pilihan paling tepat bagi setiap pasien.

Pemeriksaan menyeluruh justru menjadi salah satu cara paling efektif untuk memastikan prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi mata.

3. Pemeriksaan Pra-LASIK

Sebelum tindakan, pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk menentukan apakah mata memenuhi syarat menjalani operasi refraktif.

Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengevaluasi kondisi kornea, kelainan refraksi, serta kesehatan mata secara keseluruhan. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat LASIK dan teknologi mana yang paling sesuai.

Karena itu, biaya pemeriksaan pra-LASIK juga perlu dimasukkan dalam perencanaan anggaran.

ReLEx SMILE, SMILE Pro, dan SiLK Apa Bedanya?

Perkembangan LASIK tanpa flap membuat pasien kini memiliki beberapa pilihan teknologi.

ReLEx SMILE menjadi salah satu teknologi yang mengubah pendekatan koreksi penglihatan. Berbeda dengan LASIK konvensional yang menggunakan flap, ReLEx SMILE membentuk lenticule di dalam kornea dan mengeluarkannya melalui sayatan kecil.

Selanjutnya hadir SMILE Pro sebagai penyempurnaan teknologi tersebut. Prinsip dasarnya tetap menggunakan pembentukan lenticule, tetapi menggunakan platform laser generasi baru yang dirancang untuk mempercepat proses tindakan sekaligus membantu meningkatkan presisi selama prosedur.

Sementara itu, SiLK (Smooth Incision Lenticule Keratomileusis) merupakan teknologi yang lebih baru dan menggunakan platform ELITA Femtosecond Laser. Prinsipnya tetap menggunakan pembentukan dan pengambilan lenticule melalui sayatan kecil tanpa membuat flap.

Teknologi SiLK dirancang dengan pendekatan untuk menghasilkan permukaan potongan yang lebih halus sehingga proses pengambilan lenticule dapat dilakukan secara lebih terkontrol.

Apakah Teknologi Terbaru Pasti Lebih Efektif?

Jawabannya, belum tentu.

Teknologi yang lebih baru memang membawa berbagai penyempurnaan. Namun, efektivitas prosedur koreksi penglihatan tetap sangat bergantung pada kondisi mata pasien dan ketepatan pemilihan metode.

Ketebalan serta bentuk kornea, besarnya minus dan silinder, kondisi permukaan mata, hingga kebutuhan visual dan gaya hidup pasien menjadi sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan.

Karena itu, memilih prosedur bukan sekadar membandingkan teknologi mana yang paling baru atau paling mahal.

Tujuan utamanya adalah menemukan teknologi yang paling sesuai dengan kondisi mata dan kebutuhan pasien.

Cara Efektif Memilih Operasi LASIK

Agar biaya yang dikeluarkan sepadan dengan kebutuhan, calon pasien dapat memperhatikan beberapa hal sebelum menentukan tindakan.

Pertama, lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Jangan menentukan prosedur hanya berdasarkan ukuran minus atau silinder.

Kedua, tanyakan secara detail teknologi yang direkomendasikan dokter dan alasannya. Pasien berhak memahami mengapa suatu prosedur dianggap lebih sesuai dibanding pilihan lainnya.

Ketiga, perhatikan rincian biaya. Pastikan calon pasien mengetahui apakah harga sudah mencakup pemeriksaan awal, pemeriksaan penunjang, tindakan, obat-obatan, serta kontrol setelah operasi.

Keempat, jangan hanya membandingkan harga. Kompetensi dokter, fasilitas pemeriksaan, teknologi yang tersedia, serta layanan setelah tindakan juga menjadi bagian penting dalam menentukan tempat menjalani LASIK.

Dengan cara tersebut, pasien dapat mempertimbangkan biaya secara lebih rasional sekaligus memastikan prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi mata.

Persiapan Sebelum Menjalani LASIK

Persiapan juga menjadi bagian penting untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Bagi pengguna lensa kontak, misalnya, mata perlu diistirahatkan dari penggunaan lensa sebelum pemeriksaan pra-LASIK. Pada informasi SiLK KMN EyeCare, pengguna lensa kontak lunak disarankan melepas lensa selama 14 hari, sedangkan pengguna lensa kontak keras membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sebelum pemeriksaan awal.

Tujuannya adalah memastikan bentuk permukaan mata kembali mendekati kondisi alaminya sehingga data pemeriksaan dapat digunakan secara lebih akurat dalam menentukan tindakan.

Jangan Memilih LASIK Hanya karena Harga

LASIK merupakan prosedur elektif yang bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak. Karena itu, keputusan menjalani tindakan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga.

Biaya memang penting untuk disiapkan. Namun, faktor yang tidak kalah penting adalah apakah pasien merupakan kandidat yang sesuai, teknologi apa yang paling tepat, bagaimana kondisi mata, serta bagaimana dokter menjelaskan manfaat dan keterbatasan setiap pilihan.

Pada akhirnya, cara efektif memilih LASIK bukan dengan mencari teknologi yang paling mahal atau paling baru, melainkan menemukan prosedur yang paling sesuai dengan kondisi mata.

Jika Anda mempertimbangkan LASIK, ReLEx SMILE, SMILE Pro, atau SiLK, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di KMN EyeCare.

Setelah melakukan evaluasi secara komprehensif, dokter akan membantu Anda memahami setiap pilihan yang tersedia dan menentukan prosedur yang paling tepat untuk mendapatkan hasil penglihatan yang optimal. (*/riz)

Editor : Achmad RW
Lasik tips operasi mata lokasi