Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan 295, Pandang Saja Tuhan Bukan Pandang Masalah

Rojiful Mamduh • Minggu, 10 Mei 2026 | 05:11 WIB
PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh
PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh

 

 

Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya memandang Tuhan bukan memandang masalah.

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang. Namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku,’’ tuturnya mengutip Habakuk 3:17,18.

 Renungan kita pekan ini berbicara tentang "Pandang saja Tuhan". Hari-hari ini tidak ada seorangpun yang tidak mengalami masalah atau pergumulan. Bahkan ada yang berkata "kenapa hidupku dipenuhi masalah". Belum selesai dari satu masalah sudah datang masalah yang lain.

Sebenarnya dalam perjalanan kehidupan ini tidak seorangpun yang luput dari masalah. Apakah orang itu dekat dengan Tuhan, rajin beribadah terlebih lagi mereka yang tidak hidup dalam Tuhan.

Kelihatannya saja mereka tidak punya masalah. Padahal kemungkinan masalahnya jauh lebih besar dari yang kita alami.

Jika demikian, bagaimana sikap atau cara kita melihat masalah-masalah yang ada dalam hidup ini. Baiklah kita belajar dari Habakuk. Keadaan Habakuk sungguh sangat tidak baik, dalam hidupnya semua yang diharapkannya terbalik. Semuanya tidak seperti yang diharapkan.

Pohon ara tidak berbunga. Pohon anggur tidak berbuah. Hasil pohon zaitun mengecewakan. Ladang tidak menghasilkan bahan makanan. Kambing domba dan lembu sapi terhalau dari kandang. "Semuanya habis."  Tidak ada hal hal yang baik lagi dalam hidupnya. Tidak ada yang dapat diharapkan lagi, semuanya habis.

Bagaimana kalau kita mengalami hal seperti ini?

Bisa saja Habakuk berkata bahwa: "Tuhan tidak baik, Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang kita". Tapi ketika Habakuk mengalami hal tersebut dia berkata: "Namun aku akan bersorak-sorak dan berita-ria".

Habakuk tetap tinggal dalam Tuhan, tetap fokus kepada Tuhan. Pandangannya tidak ditujukan pada masalah atau keadaannya saat itu, sebaliknya "pandangannya ia tujukan pada Tuhan saja".

Kalau kita pandang kepada masalah, maka masalah itu akan menjadi besar dan masalah itu yang menguasai hati kita sehingga kita tawar hati dan tidak lagi bisa melihat kebaikan dan kedahsyatan Tuhan.

Tetapi sebaliknya, waktu kita pandang pada Yesus, maka masalah kita menjadi kecil.

"Bukan menjadi tidak punya masalah". Tetap ada masalah tapi hidup kita tidak dikuasai masalah. Sehingga kekuatan kita tetap didalam Tuhan. Mari kita belajar untuk bangkit dari tawar hati dengan memperkatakan janji Tuhan dan sekali lagi, pandang saja Tuhan. Sehingga kita akan kuat pada waktu kesesakkan. Dan kita akan hidup dalam kemenangan yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.

’’Pastikan setiap kita belajar tetap memandang pada Tuhan bukan pada masalah yang ada sehingga kita akan melihat mukjizat terjadi karena pertolongan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati,’’ urainya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Renungan #Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang #Jombang