Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik. Terutama tentang pentingnya sabar menanti pertolongan dengan iman.
”Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh," tuturnya mengutip Habakuk 2:3.
Kita tahu kalau Alkitab menegaskan bahwa janji Tuhan adalah ya dan amin! Tidak ada janji yang tidak Tuhan tepati, walau terkadang kita diijinkan untuk mengalami proses penantian yang teramat panjang sampai janji tersebut digenapi di dalam hidup kita. Namun banyak orang yang seringkali tidak sabar dalam menantikan waktu Tuhan.
Mereka seringkali bertindak secara tergesa-gesa, selalu ingin semua serba cepat dalam menyelesaikan masalah atau dalam mencapai keberhasilan. Ketahuilah bahwa Tuhan bekerja sesuai dengan waktu-Nya sendiri, Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya (Pengkhotbah 3:11).
Suatu ketika Daniel mendapatkan penglihatan dari Tuhan untuk bangsa Israel melalui firman-Nya, sebab saat itu bangsa Israel ditawan oleh bangsa Babilonia selama 70 tahun, dan melalui firman-Nya Tuhan merancang pemulihan bagi bangsa Israel (Daniel 10:1).
Jelas sekali Daniel menerima janji firman Tuhan, tetapi dalam kenyataannya apa yang Tuhan firmankan tidak segera terjadi. Apa yang dilakukan Daniel selama menantikan penggenapan janji Tuhan?
Ia mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa selama 21 hari sampai janji Tuhan benar-benar dinyatakan (Daniel 20:2-3). Artinya, dalam masa penantian Daniel tidak bersikap pasif, tapi semakin bertekun dalam Tuhan.
Saat kita berdoa dan membaca firman Tuhan kita mendapatkan janji Tuhan, namun janji itu tidak langsung digenapi dalam hidup kita. Apa kira-kira yang kita lakukan? Tetap tekun berdoa atau berhenti berdoa?Disaat doa kita belum dijawab, bukannya semakin bertekun di dalam Tuhan, tapi bukankah seringkali kita malah berhenti berdoa karena kita kecewa dan marah kepada Tuhan. Ketika doa belum beroleh jawaban, kita mulai meragukan kuasa dan janji Tuhan.
Firman Tuhan menasihati kita untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1). Kita tidak bisa memaksa Tuhan untuk menjawab doa-doa kita secepat mungkin menurut keinginan dan kehendak kita, sebab waktu Tuhan bukanlah waktu kita.
Minggu lalu setelah selesai Doa Puasa selama 21 hari ada seorang jemaat datang menyaksikan pertolongan Tuhan. Jemaat ini empat tahun yang lalu pernah mendapat tawaran ruko dengan harga yang terlalu tinggi. Jemaat ini mengajukan penawaran yang sepertinya jauh dari harga yang ditawarkan dan rasanya mustahil harga itu bisa turun.
Puji Tuhan dengan doa dan iman, tetap menanti dengan sabar akhirnya Tuhan menjawab sesuai dengan yang dibutuhkan. Tepat selesai ikut doa puasa selama 21 hari, Tuhan menjawab pergumuluannya yang harus menunggu empat tahun.
Kita diingatkan kembali oleh firman yang tertulis dalam Lukas 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"
"Jangan pernah jemu-jemu berdoa dan tetap sabar menanti pertolongan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati," ungkapnya. (jif)
Editor : Anggi Fridianto