Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya percaya kemurahan Tuhan tak berkesudahan.
’’Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!’’ tuturnya mengutip Ratapan 3:22–23.
Sering kali kita menilai hidup dari apa yang tidak kita miliki. Kita mengukur kebaikan Tuhan dari keadaan yang kita alami. Ketika hidup berjalan lancar, doa dijawab cepat, dan rencana kita berhasil, mudah bagi kita berkata, ’’Tuhan itu baik.’’
Namun saat masalah datang bertubi-tubi, doa terasa tak terjawab, dan hati dipenuhi lelah, kita mulai bertanya: Apakah Tuhan masih bermurah hati?
Kita suka melihat kekurangan, kegagalan, dan doa yang terasa belum terjawab. Namun, di tengah semua itu, kemurahan Tuhan tetap bekerja, bahkan sering dengan cara yang tenang dan tidak selalu kita sadari.
Ayat ini ditulis bukan pada saat keadaan baik, melainkan di tengah kehancuran Yerusalem. Artinya, kemurahan Tuhan tidak bergantung pada situasi, tetapi pada karakter-Nya yang setia.
Hal ini juga mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah bukti kemurahan Tuhan yang baru. Nafas yang kita hirup, kekuatan untuk bangun pagi, dan pengharapan untuk melangkah lagi adalah anugerah, bukan kebetulan.
Kemurahan Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah. Justru di tengah kesulitan, kita sering paling nyata merasakannya: Saat kita diberi kekuatan untuk bertahan, hati yang diteguhkan, atau jalan keluar yang datang tepat pada waktunya. Tuhan berkemurahan bukan karena kita layak, tetapi karena Dia penuh kasih. Sering kali Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya bukan dengan menghilangkan masalah, tetapi dengan memberi kekuatan untuk melewatinya. Kita tidak selalu diselamatkan dari badai, tetapi kita dikuatkan untuk bertahan di tengah badai.
Itu sebabnya kita mau senantiasa belajar bersyukur, bahkan dalam hal-hal kecil. Ketika kita menyadari kemurahan Tuhan dalam keseharian, iman kita dikuatkan dan hati kita dipenuhi damai.
’’Mari kita belajar percaya: Tuhan yang berkemurahan hari ini adalah Tuhan yang sama yang akan memelihara kita esok hari. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto