Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 275: Natal dan Damai Sejahtera  

Rojiful Mamduh • Minggu, 21 Desember 2025 | 14:56 WIB

 

 

Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya menyebarkan kedamaian dan kesejahteraan saat Natal.

’’Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya,’’ tuturnya mengutip Lukas 2:14.

Natal bukan sekadar perayaan kelahiran seorang bayi. Natal adalah momen ketika Allah menghadirkan damai sejahtera-Nya ke dalam dunia yang penuh kegaduhan, kegelisahan, ketakutan dan penderitaan. Saat Kristus lahir, dunia tidak sedang aman. Ada penindasan, ketakutan, dan ketidakpastian. Namun justru di tengah kondisi itulah Sang Juru Selamat datang ke dunia. Allah tidak menunggu situasi menjadi ideal. Damai itu hadir justru di tengah ketidakpastian. Natal menegaskan bahwa Allah tidak menjauh dari penderitaan manusia, tetapi masuk ke dalamnya.

Damai sejahtera yang dibawa Yesus bukan sekadar ketiadaan masalah, melainkan kehadiran Allah di tengah kehidupan manusia. Natal mengajarkan bahwa damai sejati tidak bergantung pada keadaan luar, melainkan pada hubungan yang dipulihkan dengan Allah.

Banyak yang berupaya mencari damai melalui harta, jabatan, hiburan, hobi atau relasi. Namun damai itu hanya bersifat sementara.

Bahkan keberhasilan, kenyamanan, atau pengakuan bukan jaminan untuk mendapatkan damai sejahtera.

Namun Natal mengingatkan kita bahwa damai sejahtera sejati hanya ditemukan ketika kita membuka hati bagi Kristus. Dialah Allah sumber damai sejahtera yang memberi ketenangan di tengah badai kehidupan.

Natal tidak berhenti pada menerima damai, tetapi mengajak kita untuk menjadi pembawa damai. Damai yang kita terima dari Kristus bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk dibagikan kepada sesama.

Di tengah perbedaan, luka, dan konflik, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih, pengampunan, dan kerendahan hati.

Dunia saat ini sangat membutuhkan pembawa damai baik di keluarga, di gereja, di tempat kerja, dan di masyarakat. Damai sejahtera Natal nyata ketika kita memilih mengampuni, merendahkan hati, mendengarkan dengan kasih, dan menolak kebencian.

Menjadi pembawa damai sering kali menuntut pengorbanan. Namun di situlah kita meneladani Kristus yang rela meninggalkan kemuliaan surga demi menyelamatkan manusia. Ketika kita hidup dalam kasih dan damai, maka Natal menjadi nyata setiap hari, bukan hanya pada tanggal tertentu.

’’Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu. Selamat menyongsong Natal, kiranya damai sejahtera Kristus melimpah atas kita semua. Tuhan Yesus memberkati,’’ ucapnya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Renungan #damai #Jombang #natal #sejahtera #Minggu