Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 267: Selalu Ada Hikmah di Balik Setiap Keadaan  

Rojiful Mamduh • Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:11 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin.  Terutama tentang pentingnya melihat hikmah di balik setiap keadaan. ’’Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita,’’ tuturnya mengutip  Mazmur 30:12.

Tak ada satu orang pun yang menghendaki hidup dalam kesulitan. Namun itu adalah kenyataan yang pasti dihadapi semua orang. Bahwa tak selamanya hidup yang kita jalani ini mendatangkan sukacita dan kegembiraan. Adakalanya kita diperhadapkan dengan situasi yang membawa kita larut dalam kepedihan dan ratap tangis.  Suka dan duka, tangis dan bahagia, tawa dan sedih, adalah dua sisi yang datang dan pergi dalam kehidupan ini.  Namun, kita bisa belajar untuk selalu memetik hikmah di setiap keadaan! Kebanyakan dari kita tak bisa menerima keadaan sulit.  Kita mengeluh, mencari-cari kesalahan orang lain, menyalahkan keadaan, dan berani menyalahkan Tuhan. 

Kita tidak menyadari bahwa Tuhan seringkali memakai  'keadaan sulit'  sebagai cara untuk melatih kepekaan rohani kita. Membuka mata iman kita bahwa Dia adalah Tuhan yang berdaulat atas setiap keadaan dan Dia sanggup mengubah setiap keadaan. Ayub yang hidupnya saleh, jujur dan takut akan Tuhan mengajak kita mengambil sikap yang benar:  Untuk merendahkan diri kepada Tuhan dan berlaku ramah kepada-Nya  (Ayub 22:21-30): Bersedia menerima ajaran-ajaran-Nya, bertobat dan belajar untuk semakin mengutamakan Tuhan.  Melalui keadaan sulit kita bisa belajar memahami apa kehendak Tuhan. Seperti dikatakan Mazmur 119:71, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu."

Melalui kesulitan yang ada Tuhan rindu kita berbalik kepada-Nya dan menyadari kesalahan kita:  "Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN,"  (Ulangan 4:30).

Pelajaran berharga yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Ketika saya menunda-nunda panggilan Tuhan untuk sepenuh waktu melayani, Tuhan ijinkan kesulitan terjadi. Dalam perjalanan kerja saya mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan delapan hari di rumah sakit dengan delapan belas jahitan di kepala. Dalam keadaan itu saya tidak kecewa dan marah kepada Tuhan, justru saya bersyukur. Tuhan karena kasihnya pada saya, mengingatkan kembali panggilannya untuk sepenuh waktu melayani Tuhan.

"Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: 'Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,' dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku."  (Mazmur 32:5).

Peringatan Tuhan ini adalah bukti kasih-Nya kepada kita, karena Ia tidak menghendaki kita menempuh jalan yang salah, terperosok ke lubang yang dalam dan tersesat.  Saat terdesak kita datang merendahkan diri di hdapan Tuhan, mengakui dosa dan kesalahan kita, pasti Tuhan mengampuni dan memulihkan kita.

’’Jika kita diizinkan melewati keadaan sulit, percayalah Tuhan pasti punya rencana yang indah di balik itu! Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #pendeta petrus