oleh: dr Fakhri Surahmad SpU MKes
PEMBESARAN prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada pria, terutama usia di atas 50 tahun. BPH merupakan kondisi di mana kelenjar prostat membesar secara perlahan seiring bertambahnya usia. Prostat yang membesar akan menekan uretra saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih sehingga menyebabkan berbagai gangguan buang air kecil.
Gejala BPH umumnya bersifat perlahan dan memburuk dari waktu ke waktu. Serta dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan bila tidak ditangani dengan baik. Beberapa keluhan yang sering dilaporkan antara lain sering buang air kecil terutama di malam hari (nokturia), aliran urine lemah atau tersendat-sendat, rasa tidak tuntas setelah berkemih, sulit memulai buang air kecil, urgensi (keinginan mendadak untuk berkemih) serta terkadang disertai inkontinensia (ngompol). Segera periksakan diri jika mengalami berbagai kondisi di atas.
Penyebab pasti BPH belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor risikonya meliputi: Usia; risiko meningkat signifikan setelah usia 50 tahun, Hormon; perubahan hormon testosteron dan DHT (dihidrotestosteron) berperan, gaya hidup; kurang aktivitas fisik, obesitas, dan pola makan tinggi lemak serta riwayat keluarga secara genetik. Meskipun BPH tidak bersifat ganas, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika dibiarkan, seperti infeksi saluran kemih (ISK), batu kandung kemih, retensi urine akut (tidak bisa kencing sama sekali) dan gangguan fungsi ginjal.
Jangan anggap remeh gangguan berkemih pada usia lanjut. BPH dapat dikelola dengan baik jika ditangani sejak dini. Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama menjaga kualitas hidup pria paruh baya hingga lanjut usia. Jaga prostat, jaga kenyamanan hidup anda. (*)
*) Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang
Editor : Anggi Fridianto