Radarjombang.id - Bagi kalangan masyarakat Desa Cukir, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, sebutan Mie Ayam Pak Kumis sudah cukup familiar.
Harganya yang murah dan rasanya yang lezat, membuat mie ayam satu ini banyak diburu masyarakat termasuk mahasiswa dan santri yang mondok di wilayah setempat.
Mie Ayam Pak Kumis, begitu sebutan warung milik Suparlan warga setempat ini.
Dengan harga yang terjangkau mulai Rp 8.000 - 10.000 per porsi, warung ini tetap ramai tiap pagi sampai sore.
Tak hanya penduduk lokal, warung Pak Kumis juga lekat di hati pelajar dan mahasiswa.
Mereka rela antre demi semangkuk mie ayam dengan topping pangsit, bakso, dan pentol.
Menu sederhana itu banyak diburu lantaran rasanya yang bikin goyang lidah.
Meski warungnya kecil, Pak Kumis sapaan akrab Suparlan, terus mempertahankan harga murah agar semua kalangan terutama pelajar bisa menikmati semangkuk mie ayam tanpa beban.
“Saya enggak pernah neko-neko, resep ini saya pakai dari dulu. Kuncinya cuma satu masak pakai hati.
Kaldu ayam kampungnya harus sabar dimasak, mie-nya juga saya pilih yang kenyal, bukan asal-asalan. Alhamdulillah, pelanggan bilang rasanya enggak berubah dari dulu. Itu yang bikin saya semangat terus jualan tiap hari.” ujar Suparlan.
Sementara itu, Leo salah satu mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari mengaku mie ayam Pak Kumis membuat ketagihan.
“Saya udah coba banyak mie ayam, tapi yang satu ini beda banget kuahnya gurih, mienya kenyal, ayamnya meresap bumbunya.bkin nagih dan pasti balik lagi,'' ujar dia.
Pewarta : Afif Leo Saputra.
Editor : Anggi Fridianto