Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penting! Inilah Amalan Syar'i yang Disarankan Dilakukan di Malam Satu Suro Menurut Gus Baha

Achmad RW • Sabtu, 14 Juni 2025 | 01:13 WIB
Tangkapan layar salah satu ceramah Gus Baha yang menjelaskan tentang rezeki
Tangkapan layar salah satu ceramah Gus Baha yang menjelaskan tentang rezeki

RadarJombang.id - Salah satu malam penting bagi umat Islam secara umum ataupun Islam Jawa, adalah malam satu suro.

Malam satu suro sendiri, sebenarnya sama dengan malam satu Muharram yang juga merupakan tahun baru dalam penanggalan Hijrriyah.

Di tahun 2025 ini, malam satu suro akan dimulai Kamis 26 Juni malam atau setelah salat maghrib, meski secara harinya akan masuk pada Jumat 27 Juni.

Hal itu, karena dalam penanggalan hijriyah, hari dimulai berdasarkan bulan muncul dan penanggalan memang menggunakan bulan.

Di malam ini, sejumlah amalan sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Salah satunya, seperti yang diungkapkan Pengasuh Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).

Menurut Gus Baha,  amalan untuk malam 1 Muharram atau 1 Suro ialah mengerjakan shalat tasbih dan wirid.

"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya inilah rahasia kenapa saya mengajarkan tasbih," kata Gus Baha dikutip dari NU Online (13/6).

Gus Baha menjelaskan, amalan tersebut berdasarkan hadits Nabi yang kemudian dijelaskan dalam kitab I'anatuth Thalibin.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw berkata kepada Abbas bib Abdul Muthalib: 

"Maukah kamu saya kasih? Maukah kamu saya anugerahi? Apakah kamu tidak senang jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu, awalnya, akhirnya, yang lama, yang baru, yang tanpa disengaja maupun yang terang-terangan? Engkau shalat empat rakaat, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surat."

Menurut Gus Baha, amalan tersebut dapat menghapus dosa yang lalu dan akan datang. Sebab awal tahun dan akhir tahun Allah mengampuni dosa hamba-Nya.

"Awwalu wa akhiru, qadimahu wa haditsahu, sirrahu wa alaniyatahu. Kiai-kiai itu mengajarkan," jelasnya.

Adapun tata cara pelaksanaan shalat tasbih dijelaskan Gus Baha, yaitu Ketika selesai membaca surat fatihah dan masih dalam keadaan berdiri membaca tasbih sebanyak 15 kali.

Bunyinya, Subhânallah, wal hamdu lillah, wa lâ ilâha illallah, wallahu akbar.

Lakukan rukuk dan dalam keadaan rukuk  membaca tasbih 10 kali.

Ketika sujud membaca bacaan tasbih sebanyak 70 kali.

Adapun rinciannya menurut Gus Baha sebagai berikut:

Dalam NU Online, pula dijelaskan jika para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram. , yakni:

(riz)

Editor : Achmad RW
#amalan #malam satu suro #Gus Baha