RadarJombang.id - Salah satu malam penting bagi umat Islam secara umum ataupun Islam Jawa, adalah malam satu suro.
Malam satu suro sendiri, sebenarnya sama dengan malam satu Muharram yang juga merupakan tahun baru dalam penanggalan Hijrriyah.
Di tahun 2025 ini, malam satu suro akan dimulai Kamis 26 Juni malam atau setelah salat maghrib, meski secara harinya akan masuk pada Jumat 27 Juni.
Hal itu, karena dalam penanggalan hijriyah, hari dimulai berdasarkan bulan muncul dan penanggalan memang menggunakan bulan.
Di malam ini, sejumlah amalan sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Salah satunya, seperti yang diungkapkan Pengasuh Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).
Menurut Gus Baha, amalan untuk malam 1 Muharram atau 1 Suro ialah mengerjakan shalat tasbih dan wirid.
"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya inilah rahasia kenapa saya mengajarkan tasbih," kata Gus Baha dikutip dari NU Online (13/6).
Gus Baha menjelaskan, amalan tersebut berdasarkan hadits Nabi yang kemudian dijelaskan dalam kitab I'anatuth Thalibin.
Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw berkata kepada Abbas bib Abdul Muthalib:
"Maukah kamu saya kasih? Maukah kamu saya anugerahi? Apakah kamu tidak senang jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu, awalnya, akhirnya, yang lama, yang baru, yang tanpa disengaja maupun yang terang-terangan? Engkau shalat empat rakaat, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surat."
Menurut Gus Baha, amalan tersebut dapat menghapus dosa yang lalu dan akan datang. Sebab awal tahun dan akhir tahun Allah mengampuni dosa hamba-Nya.
"Awwalu wa akhiru, qadimahu wa haditsahu, sirrahu wa alaniyatahu. Kiai-kiai itu mengajarkan," jelasnya.
Adapun tata cara pelaksanaan shalat tasbih dijelaskan Gus Baha, yaitu Ketika selesai membaca surat fatihah dan masih dalam keadaan berdiri membaca tasbih sebanyak 15 kali.
Bunyinya, Subhânallah, wal hamdu lillah, wa lâ ilâha illallah, wallahu akbar.
Lakukan rukuk dan dalam keadaan rukuk membaca tasbih 10 kali.
Ketika sujud membaca bacaan tasbih sebanyak 70 kali.
Adapun rinciannya menurut Gus Baha sebagai berikut:
- Ketika sujud baca 10 kali.
- Kemudian berdiri dari sujud, baca 10 kali.
- Lalu lakukan sujud, dalam keadaan sujud baca 10 kali.
- Bangkit dari sujud, baca 10 kali.
- Semua totalnya tujuh puluh lima kali tasbih.
Dalam NU Online, pula dijelaskan jika para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram. , yakni:
- Melakukan shalat
- Berpuasa
- Menyambung silaturahim
- Bersedekah
- Mandi
- Memakai celak mata
- Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
- Menjenguk orang sakit
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
(riz)
Editor : Achmad RW