Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kapan Malam Satu Suro 2025? Ini Tanggal Masehi dan Asal Usulnya

Achmad RW • Sabtu, 14 Juni 2025 | 01:03 WIB
Ilustrasi malam satu suro
Ilustrasi malam satu suro

RadarJombang.id – Malam satu Suro, adalah salah satu malam atau hari yang sangat penting bagi masyarakat Islam Jawa.

Dalam penanggalan atau kalender Jawa yang juga sama dengan penanggalan Islam atau Hijriyah, Malam Satu Suro merupakan tanda dimulainya tahun baru.

Karena pentingnya malam satu suro ini, sejumlah kegiatan hingga ritual penting biasanya akan dilaksanakan.

Nah, di tahun 2025 ini, Malam satu Suro jatuh pada Kamis malam, tanggal 26 Juni dan Jumat 27 Juni.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam,

Sehingga tradisi malam 1 Suro dimulai pada malam sebelum tanggal 1 Suro itu sendiri, yakni pada malam 26 Juni.

Adapun 1 Suro tahun ini bertepatan dengan Jumat Kliwon pada tanggal 27 Juni 2025.

Selain itu, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

Asal Usul Malam Satu Suro

Nama "Suro" sendiri, sebenarnya berakar dari kata Asyura dalam bahasa Arab, yang berarti "sepuluh".

Hal itu, sebenarnya merujuk pada budaya Asyura di kalender masehi yang jatuh pada tanggal 10 muharram.

Dalam kepercayaan Islam Jawa, bulan Suro sebagai bulan suci oleh mayoritas masyarakat beragama Islam khususnya di pulau Jawa.

Perubahan ini mengakar kuat dalam budaya lokal, hingga akhirnya kata ini menjadi bagian dari warisan Islam-Jawa dan digunakan sebagai nama bulan pertama tahun baru dalam kalender Jawa.

Tradisi Suro ini, dipercaya telah berlangsung sejak era Sultan Agung. Dimulai pada Jumat Legi bulan Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau 8 Juli 1633 Masehi.

Hal itu ketika penanggalan masyarakat Jawa mulai mengadopsi sistem kalender Islam sebagai upaya menyatukan nilai-nilai kejawen dan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.

Sejak saat itu, ditetapkan tanggal 1 Muharram juga sebagai tahun baru Jawa. Tradisi memperingati malam 1 Suro pun terus dilestarikan oleh masyarakat Jawa dan rutin dilakukan setiap tahun.

Malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan berfokus pada spiritual. Masyarakat Jawa percaya bahwa pada malam ini, pintu-pintu alam gaib terbuka lebar dan roh-roh leluhur turun ke dunia untuk memberikan berkah dan perlindungan.

Karena itu, malam 1 Suro sering diisi dengan ritual tirakatan, pengajian, ziarah kubur, dan doa bersama sebagai bentuk introspeksi diri, meminta keselamatan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. (riz)

Editor : Achmad RW
#2025 #kapan #asal usul #malam satu suro