Radarjombang.id - Konsumsi gula yang berlebihan dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh.
Apalagi jika tidak dibarengi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, serta asupan nutrisi lainnya.
Salah satu akibatnya adalah meningkatnya kadar gula darah atau dikenal dengan istilah hiperglikemia.
Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa tubuh mereka sudah menunjukkan gejala kelebihan gula.
Padahal, mengenali tanda-tanda ini sejak dini penting untuk mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.
Lalu, seperti apa ciri-ciri tubuh yang mengalami kelebihan gula? Simak penjelasan berikut:
1. Merasa Lapar Terus-Menerus Meski Berat Badan Menurun
Peningkatan kadar gula darah bisa menyebabkan rasa lapar yang terus-menerus, dikenal dengan istilah polifagia.
Menariknya, walau makan dalam porsi banyak, berat badan justru bisa menurun drastis.
Ahli gizi Lori Zanini menjelaskan, kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga mulai memecah otot dan lemak.
Akibatnya, tubuh kehilangan berat badan secara tidak sehat dan bisa mengalami kelemahan otot.
2. Tubuh Mudah Lelah
Rasa lelah yang datang terus-menerus bisa jadi merupakan sinyal bahwa kadar gula dalam tubuh sedang tinggi.
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak berhasil masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.
Akibatnya, tubuh kekurangan tenaga meski sudah cukup makan dan istirahat.
3. Pandangan Kabur dan Kepala Sering Nyut-Nyutan
Kadar gula yang melonjak bisa menyebabkan lensa mata membengkak karena kebocoran cairan. Efeknya, penglihatan menjadi buram dan sulit fokus.
Selain itu, penderita hiperglikemia juga sering mengalami sakit kepala akibat tekanan yang meningkat di dalam tubuh.
4. Sering Haus dan Bolak-Balik ke Kamar Mandi
Rasa haus berlebihan serta frekuensi buang air kecil yang meningkat merupakan sinyal umum kelebihan gula.
Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa, sehingga tubuh kehilangan cairan lebih banyak dan memicu dehidrasi.
5. Luka Tak Kunjung Sembuh
Luka yang tampak sepele bisa menjadi masalah besar jika kadar gula darah tinggi.
Proses penyembuhan jadi lebih lama karena aliran darah terganggu akibat kerusakan saraf.
Dalam beberapa kasus, luka yang lambat sembuh berisiko mengalami infeksi serius, bahkan berujung pada amputasi.
6. Kesemutan di Tangan dan Kaki
Sensasi kesemutan, rasa terbakar, atau bahkan mati rasa di bagian tangan dan kaki bisa jadi tanda neuropati diabetik komplikasi akibat kerusakan saraf karena kadar gula yang tak terkendali. Biasanya, gejala ini makin terasa saat malam hari.
7. Perubahan pada Kulit
Waspadai jika muncul perubahan warna atau tekstur kulit, terutama di bagian belakang leher, ketiak, tangan, atau wajah.
Kulit bisa jadi menebal, menggelap, atau muncul kutil kecil. Kondisi ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin dan bisa menjadi tanda awal naiknya kadar gula darah.
8. Rentan Terkena Infeksi Jamur
Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur, terutama di area genital.
Infeksi jamur ini kerap terjadi pada perempuan, dengan gejala seperti gatal, nyeri, keputihan abnormal, dan rasa tidak nyaman saat buang air kecil atau berhubungan intim.
Ahli endokrinologi, Dr. Rail Bandukwala, menyebut bahwa jamur seperti candida albicans sangat menyukai glukosa.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Meroket di Atas Rp 2 Juta, Berikut Tips Beli Emas Agar Tak Boncos
Semakin tinggi gula darah, semakin besar peluang infeksi.
9. Gusi Mudah Berdarah dan Bengkak
Masalah gusi juga bisa menjadi dampak dari kadar gula yang tidak terkendali. Glukosa dalam air liur yang tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri di mulut, yang kemudian membentuk plak dan menyebabkan infeksi gusi.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi periodontitis, menyebabkan gusi lepas dari gigi dan bahkan berujung pada gigi copot.
Mengenali tanda-tanda tubuh kelebihan gula sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Jika mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mulai terapkan pola hidup sehat dengan asupan bergizi serta aktivitas fisik teratur.
(Luthviatul Ilmi N.A)
Editor : Anggi Fridianto