RadarJombang.id - Setiap menjelang Idulfitri, pertanyaan ini selalu muncul: lebih baik bayar zakat fitrah pakai uang atau beras?
Banyak orang masih bingung mana cara menunaikan zakat fitrah yang lebih utama dan sesuai syariat.
Menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam video YouTube "Tutorial Zakat Fitri", mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Hanbali sepakat bahwa zakat fitrah sebaiknya diberikan dalam bentuk makanan pokok.
Di Indonesia, makanan pokoknya adalah beras.
Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa zakat fitrah diberikan dalam bentuk satu sha' (sekitar 2,5-3 kg) makanan pokok.
"Zakat fitri disalurkan dalam bentuk makanan pokok, karena tujuan pokok nya adalah mensupport logistik untuk bisa dikonsumsi, sehingga dapat menunjukkan bahwa hari itu bukan Ramadhan lagi, hari itu waktunya berbuka, hari itu hari berhari Raya, hari itu bergembira" kata Ustadz Adi Hidayat dalam videonya.
Namun, ada juga pendapat lain dari mazhab Hanafi yang memperbolehkan pembayaran zakat fitrah menggunakan uang.
Menurut UAH, pandangan ini memang ada, tetapi dianggap lemah oleh mayoritas ulama.
Meski begitu, jika dalam situasi tertentu penerima lebih membutuhkan uang untuk keperluan mendesak, maka boleh saja diberikan dalam bentuk uang, asalkan manfaatnya tetap terasa.
Jadi, kesimpulannya, yang paling utama tetap dalam bentuk beras sesuai dengan sunnah dan kesepakatan mayoritas ulama.
Namun, jika ada kondisi tertentu yang membuat uang lebih bermanfaat bagi penerima, maka boleh juga membayar zakat fitrah dengan uang.
Yang penting, tujuan utama zakat fitrah tetap tercapai: membantu mereka yang membutuhkan agar bisa merayakan Idulfitri dengan bahagia.
Bagaimana menurut kalian? Tim beras atau uang nih? Yuk, pastikan kita menunaikan zakat fitrah sebelum Hari Raya tiba!
(Luthviatul Ilmi N.A)