RadarJombang.id - Berdasarkan data BMKG, musim hujan sudah dimulai di Indonesia sejak bulan Agustus 2024. Dimulai dari Sumatera hingga semakin ke arah barat, yakni Papua.
Kemudian, pada bulan November 2024, BMKG melakukan pemutakhiran prediksi karena kondisi atmosfer dan faktor iklim yang berubah-ubah secara dinamis.
Jawa timur merupakan salah satu provinsi yang mengalami pemutakhiran prediksi musim hujan 2024/2025.
Menurut BMKG, pulau Jawa akan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari, sebanyak 5 ZOM (Zona Musim) dan bulan Februari menurun menjadi 2 ZOM.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur, prakiraan curah dan sifat hujan pada bulan Januari 2025 cukup beragam.
Prakiraan curah hujan sendiri dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori 201-300 mm (curah hujan menengah), kategori 301-400 mm (curah hujan menengah cenderung tinggi), dan kategori 401-500 mm (curah hujan tinggi).
Wilayah seperti Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, JogoRoto, Jombang, Kesamben, Kudu, Megaluh, Mojoagung, Mojowarno, Ngoro, Perak, Peterongan, Sumobito, dan Tembelang termasuk wilayah dengan kategori hujan menengah cenderung tinggi.
Sedangkan, sebagian kecil wilayah Bareng dan sebagian wilayah Wonosalam termasuk wilayah dengan curah hujan tinggi.
Dengan begitu, sebagian besar wilayah di Jombang yang termasuk wilayah dengan kategori hujan menengah cenderung tinggi memiliki potensi sambaran petir yang tinggi pula.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami hal yang perlu dilakukan ketika ada petir.
Mengutip dari National Weather Service, berikut hal yang harus dilakukan jika terjadi petir:
1. Segera menjauh dari sumber
Petir bisa menyambar hingga 10 mil di area hujan. Kondisi itu membuat petir bisa segera masuk kedalam rumah atau tempat dengan atap.
Kendaraan dengan bagian atap keras dan berasal dari logam dapat memberikan perlindungan yang baik.
2. Jangan berlindung di bawah pohon.
Tapi, jika hanya ada pohon-pohon terpisah di dekatnya, jongkoklah dengan posisi berdiri di atas bola kaki di tempat terbuka.
Dengan jarak dua kali lebih jauh dari pohon tersebut dibandingkan dengan tinggi pohon itu.
3. Keluar dari air
Menjauh dari area pantai, dan keluar dari perahu kecil atau kano saat petir datang. Jangan berdiri di genangan air, meskipun kamu pakai sepatu karet.
4. Jangan pakai barang-barang dari logam
Benda berbahan logam seperti tongkat golf, pemukul baseball logam, joran pancing, atau alat logam. Turun dari alat berat yang terbuat dari logam, seperti traktor atau mesin konstruksi.
Ketika berada di dalam rumah, jangan keluar dan tetap tinggal di dalam. Perlindungan yang paling baik dari petir adalah di dalam rumah atau bangunan yang kuat.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jauhkan diri dari jendela, pintu, dan pipa logam.
Jangan pakai peralatan listrik dan matikan alat yang sensitif seperti televisi, VCR, dan komputer. Tetap aman dan waspada ketika hujan!
(Intan Sayyidah Putri)
Editor : Achmad RW