Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Banjir Lagi Merendam Beberapa Daerah di Jombang, Waspadai Penyakit yang Kerap Kali Muncul

Magang • Rabu, 18 Desember 2024 | 00:49 WIB
Kondisi banjir luapan Afvour Watudakon di Dusun Beluk, Jombok, Kesamben Jombang hingga Rabu (11/12)
Kondisi banjir luapan Afvour Watudakon di Dusun Beluk, Jombok, Kesamben Jombang hingga Rabu (11/12)

RadarJombang.id - Banjir belakangan ini merendam beberapa wilayah di Kabupaten Jombang. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sungai atau afvour tidak lagi bisa menampung debit akhir dan pada akhirnya tumpah ke jalan juga pemukiman penduduk.

Penyebab bencana banjir dapat pula berasal dari kurangnya daerah resapan air. Bahkan koloni tumbuhan seperti eceng gondok yang tumbuh berlebihan sepanjang aliran air juga bisa menjadi pemicu.

Sepanjang musim penghujan ini sudah terdapat 6 kecamatan di Kabupaten Jombang yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Kesamben, Peterongan, Jogoroto, Diwek, dan Jombang.

Selain menyebabkan kerugian materi serta mengganggu jalannya aktivitas warga, banjir juga rentan membawa penyakit.

Banyaknya air kotor yang tergenang dengan mudah menyebarkan virus dan bakteri. Berikut ini beberapa penyakit yang patut diwaspadai saat banjir.

1. Diare

Diare bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya yakni mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Banjir memicu penyebaran kuman dan bakteri seperti Cryptosporidium, Giardia, E. coli, hingga Salmonella yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Diare ditandai dengan siklus buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari atau feses encer.

Oleh karena itu penting untuk menjaga kebersihan makanan dan tempat pengungsian yang menjadi hunian sementara bagi warga terdampak banjir.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria

Genangan air menjadi tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak. Melalui gigitannya, Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus akan membawa bibit virus dengue yang menjadi penyebab penyakit DBD.

Penyakit ini dapat diwaspadai dengan gejala sakit kepala, bintik kemerahan pada kulit, demam serta kram pada otot dan tulang.

Selain DBD, penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yaitu Malaria.

Malaria dibawa oleh jenis Nyamuk Anopheles. Gejala Malaria hampir mirip dengan DBD tetapi Malaria juga membuat penderita merasa menggigil dan lemas.

Malaria parah bisa menyerang otak dan menyebabkan kematian bagi penderita.

3. Tipes

Penyakit tipes disebut juga demam tifoid dipicu oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut mengontaminasi makanan dan air.

Seseorang yang terkena tipe akan mengalami demam selama berhari-hari dibarengi nyeri perut, nafsu makan menurun, sakit kepala, konstipasi, hingga diare.

Jika tidak segera ditangani, tipes dapat mengganggu kinerja hati, jantung, ginjal, meningitis, dan infeksi kantung empedu.

4. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh urine atau darah hewan. Bakteri Leptospira dapat hidup di ginjal hewan seperti tikus, anjing, dan sapi.

Bakteri ini dapat bertahan cukup lama di tanah atau air kotor seperti banjir dan dikeluarkan oleh hewan melalui urine.

Manusia dapat terinfeksi bakteri ini melalui luka yang terbuka, mata, atau selaput lendir ketika bersentuhan dengan tanah atau air yang terkontaminasi.

Gejala yang timbul yaitu sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, nyeri bagian betis, dan sakit perut. Pada infeksi parah, Leptospirosis dapat menyerang hati serta ginjal.

5. Penyakit Kulit

Penyakit kulit yang rentan dialami saat banjir yakni gatal-gatal, infeksi jamur, kurap, dan ruam. Bakteri dan virus menjadi penyebab munculnya penyakit kulit.

Penyakit tersebut masih berpotensi terjadi bahkan ketika pasca banjir. Cara yang dapat dilakukan yakni memakai sepatu boot ketika beraktivitas di daerah tergenang atau rumah yang hendak dibersihkan serta menggunakan sabun antiseptik.

6. Asam Lambung

Asam lambung saat banjir banyak diidap oleh lansia dan orang dalam taraf usia produktif.

Penyebabnya yaitu makan tidak teratur akibat sulitnya akses komoditas serta konsumsi makanan kurang bergizi.

7. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

ISPA dipicu bakteri dan virus yang menginfeksi saluran pernapasan. Udara banjir yang dingin dan lembap memicu perkembangan bakteri dan virus lebih cepat.

Selain ISPA, korban terdampak banjir sangat rentan terkena flu.

(Rediva Novalisty)

Editor : Achmad RW
#waspadai #banjir #penyakit #Jombang