RadarJombang.id - Setiap hari, Indonesia menghasilkan sekitar 24.500 ton sampah plastik.
Sayangnya, hampir 81% dari sampah plastik ini tidak dipilah dengan benar, sehingga membuat proses daur ulang menjadi sangat sulit.
Padahal, banyak jenis plastik yang bisa didaur ulang jika kita tahu cara memilah dan mengelolanya dengan tepat.
Plastik udah jadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, ya. Kita pasti sering banget ketemu plastik, tapi tahukah kamu kalau plastik itu punya berbagai jenis, lho...
Masing-masing punya karakteristik dan penggunaan yang berbeda. Plastik bisa dibagi jadi dua kategori utama, yaitu termoset dan termoplastik.
Nah, yang termoplastik ini lebih mudah didaur ulang karena bisa dilelehkan dan dibentuk ulang, sementara termoset itu lebih keras dan susah didaur ulang.
Yuk, kita kenalan sama 7 jenis plastik yang paling sering kita temui, beserta contoh dan daur ulangnya!
Semoga pembukaan ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pentingnya memilah sampah plastik dengan tepat!
1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)
Ini plastik yang paling sering kita temuin di botol minuman, kemasan makanan, atau pakaian dari bahan poliester.
PET punya kemampuan tahan terhadap oksigen dan kelembapan, jadi cocok banget buat kemasan yang butuh ketahanan.
Plus, PET ini juga plastik yang paling banyak didaur ulang di dunia, jadi lebih ramah lingkungan deh!
Contoh produk: Botol air minum, botol jus, wadah selai, baju poliester.
2. HDPE atau PEDH (High-Density Polyethylene)
HDPE terkenal kuat banget dan bisa tahan panas. Makanya, plastik ini sering dipakai buat kantong belanja, botol sampo, hingga pipa.
Selain itu, HDPE juga gampang banget didaur ulang. Contoh produk: Botol deterjen, kantong belanja, pipa air, mainan plastik, ember.
3. PVC atau V (Polyvinyl Chloride)
PVC punya dua bentuk, keras dan fleksibel. Biasanya dipakai untuk produk seperti pipa, jendela, dan kabel listrik.
Sayangnya, PVC agak susah didaur ulang dan bisa ngelepasin bahan berbahaya selama prosesnya, jadi sebaiknya dihindari deh.
Contoh produk: Pipa air, profil jendela, lantai vinil, kartu kredit, kabel listrik.
4. LDPE atau PE-LD (Low-Density Polyethylene)
LDPE ini lebih tipis dan fleksibel dibanding HDPE. Biasanya dipakai buat kantong plastik belanja, pembungkus makanan, atau botol penyemprot.
Walaupun gampang diproduksi dan murah, sayangnya LDPE jarang banget didaur ulang.
Contoh produk: Kantong plastik belanja, pembungkus roti, pembungkus makanan, botol penyemprot.
5. PP (Polypropylene)
PP tuh tahan panas banget, jadi sering dipakai untuk wadah makanan, tutup botol, bahkan popok sekali pakai.
Plastik ini cukup fleksibel, tapi tetep kokoh. Makanya, banyak produk yang butuh ketahanan tinggi, pake PP deh!
Contoh produk: Wadah makanan, tutup botol, sedotan plastik, popok sekali pakai, mainan anak.
6. PS (Polystyrene)
PS ini bisa ada dalam bentuk padat atau busa. Biasanya sih kita temuin di kemasan makanan sekali pakai dan peralatan makan.
Meskipun murah dan gampang dibuat, sayangnya PS susah didaur ulang dan bisa ngelepasin bahan kimia berbahaya yang gak bagus buat kesehatan.
Contoh produk: Kemasan makanan sekali pakai, karton telur, gelas minuman, wadah makanan Styrofoam, peralatan makan sekali pakai.
7. Other atau O (Plastik Lainnya)
Kategori "lainnya" ini mencakup plastik yang gak termasuk dalam 6 kategori di atas, seperti polycarbonate (PC) yang sering dipakai buat kacamata atau perangkat elektronik.
Plastik dalam kategori ini biasanya susah banget didaur ulang dan bisa mengandung bahan kimia berbahaya kayak BPA.
Contoh produk: Kacamata, botol olahraga, perangkat elektronik, ponsel, CD.
Dengan tahu jenis-jenis plastik ini, kita jadi lebih paham deh gimana cara ngurangi dampak plastik ke lingkungan.
Walaupun gak semua plastik bisa didaur ulang dengan gampang, kita tetap bisa memilih produk yang lebih ramah lingkungan dan mendaur ulang sebanyak mungkin.
Yuk, mulai dari sekarang, kita lebih bijak dalam memilih produk sehari-hari dan ikut berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik! (Marisa Andriana)
Editor : Achmad RW