Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Fakta Menarik Tentang Henry, Buaya Nil Berumur 123 Tahun dan Ayah dari 10.000 Anak

Magang • Jumat, 18 Oktober 2024 | 00:27 WIB
Henry, buaya Nil tertua di Dunia
Henry, buaya Nil tertua di Dunia

RadarJombang.id - Henry, adalah seekor buaya Nil tertua di dunia yang hidup dalam penangkaran.

Ia, lahir di Delta Okavango, Botswana, pada 16 Desember 1900. Artinya, Henry kini berusia 123 tahun dan telah menjadi bintang Pusat Konservasi Crocworld, Afrika Selatan, selama 30 tahun terakhir.

Dengan reputasi sebagai pemakan manusia di masa lalu, Henry kini menunjukkan sisi tenangnya, hidup berdampingan dengan enam buaya betina.

Dalam perjalanan hidupnya, Henry telah memperlihatkan ketahanan luar biasa dari spesies Crocodylus niloticus itu.

Karenanya, ia juga membuktikan bahwa usia panjang tidak menghalangi kemampuan reproduksinya, ia bahkan memiliki lebih dari 10.000 keturunan.

Mari kita telusuri lebih dalam fakta menarik tentang Henry dan pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisahnya.

1. Memiliki 10.000 anak buaya dengan enam pasangan berbeda

Lahir pada tahun 1900, ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke-124 pada 16 Desember 2024. Saat ini, Henry tinggal di Crocworld Conservation Centre di Scottburgh, hidup berdampingan dengan enam buaya betina.

Henry pertama kali ditangkap di Delta Okavango, Botswana, pada tahun 1985 setelah dilaporkan memangsa ternak dan anak-anak.

Reputasinya yang agresif membuatnya dikenal di kalangan penduduk setempat, namun sekarang ia menunjukkan sikap tenang yang kontras dengan masa lalunya.

Di pusat konservasi, Henry membuktikan bahwa usianya yang lanjut tidak mengurangi kemampuannya untuk bereproduksi.

Ini menyoroti keunikan biologi buaya yang tetap subur sepanjang hidupnya, berbeda dengan banyak hewan lain.

Vitalitas Henry tidak hanya mencerminkan ketahanan spesies Crocodylus niloticus, tetapi juga kekuatan genetiknya yang luar biasa.

2. Buaya Tertua di Dunia Masih Hidup

Henry, buaya Nil berusia 123 tahun, adalah buaya tertua yang masih hidup di dunia.

Pada Desember 2023, ia tinggal di Pusat Konservasi Crocworld di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, dan telah hidup di penangkaran selama 38 tahun setelah ditangkap pada tahun 1985.

Henry tetap sehat dan aktif, masih berenang dan berjemur di rumahnya.

Dalam sebuah pernyataan, Crocworld mengungkapkan kegembiraan mereka, bercanda bahwa Henry kini dapat bergabung dengan selebritas yang juga pernah dilaporkan meninggal secara keliru, seperti Sir Paul McCartney dan Morgan Freeman.

Kurator reptil, Wade Kilian, menegaskan bahwa Henry bahagia dan sehat bersama enam 'istrinya'.

Meskipun ia mungkin kehilangan beberapa jari kaki dan gigi, setelah 123 tahun hidup, hal itu wajar.

“Dia tetap siap menyambut pengunjung – dari jarak yang aman,” tambah Kilian.

3. Memiliki Panjang 5 Meter dan Berat 750 Kilogram

Henry, yang dipercaya sebagai buaya Nil tertua di penangkaran, memiliki lebih dari 10.000 keturunan. Ia dipindahkan ke Crocworld pada tahun 1985, ketika usianya sudah 85 tahun.

“Henry bukan hanya buaya tertua di pusat konservasi ini, tetapi juga salah satu yang terbesar.

Panjangnya mencapai lima meter dan beratnya sekitar 750 kilogram, menjadikannya lawan yang sangat mengesankan,” ungkap pihak Crocworld.

Setiap tahun pada ulang tahunnya yang jatuh pada 16 Desember, Crocworld merayakan dengan membuat kue untuk tamu dan menyajikan hidangan daging untuk Henry.

 

4. Rahasia Umur Panjang Henry

Rahasia umur panjang Henry berakar pada periode Kapur Akhir, ketika nenek moyangnya, Crocodylia, hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Meski banyak spesies punah, buaya berhasil bertahan berkat adaptasi yang efektif dan kemampuan berburu yang efisien.

Sistem kekebalan buaya sangat kuat, memiliki sifat antibakteri dalam darah yang membantu mereka bertahan di perairan stagnan.

Bahkan perkelahian dengan buaya lain tidak cukup untuk menyebabkan infeksi, yang mendukung harapan hidupnya di lingkungan yang keras.

Henry juga memiliki mekanisme pertahanan alami yang memungkinkannya pulih dari cedera dan penyakit.

Dengan adaptasi sensorik canggih, ia dapat mendeteksi perubahan tekanan air sekecil apa pun, membuatnya peka terhadap gerakan mangsa atau predator, bahkan dalam kegelapan.

5. Warisan Wawasan Pendidikan dan Biologi

Henry menarik ribuan pengunjung ke Crocworld setiap tahun dan warisannya lebih dari sekadar umur Panjang, ia menawarkan nilai pendidikan yang signifikan.

Dari buaya berusia 123 tahun ini, para ilmuwan dan peneliti mempelajari biologi penuaan reptil, memperdalam pemahaman tentang spesies ini.

Kisah Henry juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar tentang konservasi dan pentingnya melestarikan makhluk yang berperan krusial dalam ekosistem, seperti menjaga keseimbangan populasi ikan dan herbivora.

Meskipun buaya Nil tidak terancam punah dan termasuk dalam kategori "Least Concern" menurut Daftar Merah IUCN, mereka tetap menghadapi ancaman kehilangan habitat, perburuan, dan konflik manusia-satwa liar.

Dengan kehadiran Henry, Crocworld berusaha meningkatkan kesadaran tentang spesies ini, memastikan generasi mendatang menghargai pentingnya konservasi buaya Nil dan habitatnya.
(Marisa Andriana)

Editor : Achmad RW
#Tertua #buaya #henry #di dunia